Satusuaraexpress.co | Jakarta — Sejumlah pasukan biru dari Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Selatan (Sudin SDA Jaksel) dikerahkan untuk melakukan aksi bersih-bersih serentak di 10 kecamatan wilayah Jakarta Selatan.
Kegiatan kerja bakti ini digelar guna mengantisipasi terjadinya banjir dan genangan, setelah sebelumnya beberapa titik di daerah tersebut sempat terendam dan dipastikan telah surut seluruhnya pada Selasa (13/1) pagi.
Sekitar 80 pasukan biru SDA dibantu oleh petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) 80 orang, menjadikan total 160 petugas gabungan yang ditempatkan di kawasan rawan banjir pemukiman warga seperti di Petogogan dan Jalan Pulo Raya, Kebayoran Baru.
Wali Kota Jakarta Selatan M Anwar mengatakan bahwa jajaran tingkat kota dibagi ke seluruh kecamatan untuk melaksanakan kerja bakti massal dalam rangka “Jaga Jakarta”. “Kemarin kita ketahui hujan 1 hari cukup tinggi dan kami melihat masih ada genangan atau penyumbatan di tali air dari saluran,” ucapnya, Selasa (13/1/2026).
Baca juga : Sudin LH Jaktim Kerahkan 25 Armada Perbantuan Tangani Sampah di Pasar Induk Kramat Jati
Dalam kesempatan yang sama, Kasudin SDA Santo secara tegas memastikan bahwa saat ini tidak ada lagi genangan air yang tersisa di Jakarta Selatan. Menurut data BPBD DKI Jakarta pada Senin (12/1) pukul 17.00 WIB, banjir sempat merendam 20 RT dengan genangan tersebar di beberapa kelurahan seperti Pela Mampang, Cilandak Barat, Pondok Labu, Cipete Utara, Duren Tiga, Cilandak Timur, dan Pejaten Timur.
“Ketinggian air pada saat itu berkisar antara 30 sentimeter hingga 100 sentimeter, dipicu oleh curah hujan tinggi serta luapan Kali Krukut, ” ujar Santo.
Santo menambahkan bahwa terdapat 13 titik banjir yang tersebar di beberapa kecamatan, dengan titik terakhir yang surut berada di kawasan Pulo Raya sekitar jam 02.30 WIB dini hari. “Itu sudah cepat surut,” ujarnya.
Baca juga : DPRD DKI menyebutnya Revitalisasi Pasar Kehidupankan Ekonomi Kerakyatan
Meskipun kondisi telah surut, pihaknya tetap menjaga kesiapan sarana pengendalian banjir. Seluruh pompa telah disiapkan sejak jauh hari dan siap diperbaiki jika mengalami kendala. Sebanyak 48 titik pompa stasioner ditempatkan di berbagai lokasi, 14 pompa mobile siap digunakan untuk keliling, serta pompa apung untuk lingkungan gang-gang.
“Untuk kesiapan pompa, baik dari pompa stasioner, pompa mobile, pompa yang termasuk apung siap standby semua,” jelas Santo.
Selain itu, Sudin SDA Jaksel juga memanfaatkan sejumlah sumur resapan dan menggandeng bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai pihak seperti PLN dan gereja. “Kebetulan sejumlah peralatan seperti alat bor 12 unit dari PLN sudah dikirimkan ke kami untuk dapat segera dimanfaatkan,” pungkas Santo.













