Kapolres Polma Bantah Kepala Puskesmas Alu Jadi Korban Salah Tangkap Hingga Pendarahan Otak

IMG 20250707 WA0002
Kepala Puskesmas Alu, Jamaluddin terbarik di rumah sakit akibat pendarahan otak.

Satusuaraexpress.co | Sulawesi Barat – Kepala Puskesmas Alu bernama Jamaluddin di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat diduga menjadi korban salah tangkap dan penganiayaan saat terjadi bentrokan antara aparat kepolisian dan massa dalam eksekusi lahan di Dusun Palludai, Desa Katumbangan Lemo, Kecamatan Campalagian, 3 Juli 2025 lalu.

Akibat kejadian tersebut, Jamaluddin menderita pendarahan otak akibat pukulan benda tumpul dan kini masih dirawat intensif di ICU RSUD Hajja Andi Depu Polewali Mandar.

Keluarga korban menyebut Jamaluddin berada di lokasi kericuhan karena rumah mertuanya berdekatan dengan titik eksekusi. Namun rumah itu tidak termasuk dalam objek sengketa.

Baca juga : 900 Pensiunan BUMN Gelar Aksi Damai di Patung Kuda

“Korban di lokasi karena rumahnya memang ada di situ. Tidak mungkin melakukan sesuatu yang bertentangan dengan profesinya. Dia kan ASN dan ketua asosiasi perawat,” ujar Awaluddin (adik korban), Jumat (11/7/2025).

Menurut keterangan Awaluddin, saat kericuhan terjadi, Jamaluddin sempat diminta masuk ke dalam rumah oleh aparat. Namun tidak lama kemudian, beberapa polisi lain datang dan mendobrak pintu rumah, lalu membawa Jamaluddin untuk diinterogasi.

Baca juga : Lulusnya 20 Honorer K2 Bodong Jadi Preseden Buruk Dalam Seleksi PPPK 2024 di Jakarta

“Setelah itu, kakak saya dibawa keluar. Selanjutnya justru dipukul hingga mengalami pendarahan otak,” lanjut Awaluddin.

Terkait hal tersebut, Kapolres Polma, AKBP Anjar Purwoko membantah bahwa Jamaluddin merupakan korban salah tangkap. Menurutnya, korban hanya diamankan karena terlihat berada di barisan depan massa saat terjadi pelemparan batu dan bom molotov ke arah petugas.

“Tidak benar salah tangkap. Polisi hanya mengamankan korban di suatu tempat karena terdeteksi yang bersangkutan berada di depan kerumunan massa,” kata Anjar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *