Satusuaraexpress.co | Jakarta – Kantor Arsitektur Clouds baru saja mengajukan proposal untuk membuat gedung paling tinggi di dunia dari asteroid dimana penghuninya harus menggunakan parasut untuk menuju ke bumi.
Rancangan gedung yang dinamakan Menara Analemma tersebut sudah digambar untuk mengalihkan tipologi pencakar langit yang selama ini selalu dibangun di atas tanah, yakni dengan cara menggantung gedung ke sebuah pondasi asteroid yang mengelilingi bumi. Bangunan melayang ini rencananya akan dibangun di atas Dubai.
Clouds Architecture Office, perusahaan yang juga menciptakan desain Mars Ice Home, mengungkapkan ide mereka akan gedung pencakar langit yang menggantung di langit. Gedung yang mereka sebut Menara Analemma itu tentunya tidak benar-benar melayang melainkan dibangun di sebuah asteroid yang mengorbit di Bumi.
Baca juga : Kian Memanas, China Dirikan “Pengadilan Internasional” di Hong Kong, Hegemoni Barat Terancam Hancur!
Dengan kata lain, Menara Analemma nantinya akan dibangun di atas sebuah asteroid yang jaraknya 50.000 kilometer di udara. Hal ini yang membuatnya seolah melayang bila dilihat dari bawah.
Menurut website mereka, menara itu akan menggunakan apa yang mereka sebut Universal Orbital Support System (UOSS) untuk menangguhkan bangunan dari sebuah asteroid yang mengorbit dengan kabel baja super kuat. Mereka berpendapat bahwa di masa depan, memanfaatkan dan memanipulasi asteroid bukanlah sesuatu yang tidak mungkin.
Hal tersebut sesuai dengan misi NASA yang berencana untuk mengalihkan asteroid pada tahun 2021. Jalur orbital asteorid tersebut nantinya akan melewati kota-kota besar dari belahan Bumi selatan dan utara. Mulai dari New York, Havana, Panama, dan kembali ke New York.
Baca juga : Pertama Kali, BNN RI Berhasil Ungkap 2 Ton Sabu yang Dikendalikan DPO Dewi Astutik
“Menara Analemma adalah sebuah proposal untuk gedung tertinggi di dunia yang pernah ada,” demikian yang tertulis di website mereka.
Lebih lanjut, disebutkan pula bahwa ledakan pertumbuhan dan kebutuhan akan perumahan dapat terpenuhi dengan konsep menara menggantung itu.
Melansir dari Iflscience, menurut desain, menara tersebut nantinya lebih dari sebuah gedung pencakar langit dan menyerupai kota terapung. Bagian menara akan terbagi atas daerah perumahan, kantor, pusat perbelanjaan, taman, sektor pertanian, dan tempat khusus ibadah.
Menara juga akan dilengkapi dengan panel surya untuk sumber tenaga dan sistem filter dari kondensasi di awan dan air hujan untuk menyediakan air minum.













