Ketua BPPH Pemuda Pancasila Bekasi Desak Polres Bogor Tangkap Pelaku Penganiayaan Anggotanya

IMG 20250418 WA0011 678x381 1

Satusuaraexpress.co | Bogor – Pelaku penganiayaan dan premanisme terhadap anggota Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) Pemuda Pancasila Kota Bekasi, Irwan Hidayat., SH., MH. dan istrinya yakni Ida, hingga kini masih bebas berkeliaran.

Lambatnya penanganan kasus tersebut membuat Ketua Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) Pemuda Pancasila Kota Bekasi DR(c) sekaligus Sekjend Kongres Advokat Indonesia (KAI) dan Keluarga Besar Pemuda Pancasila Kota Bekasi, Antoni, SH, MH, CRA, CTA, CIL, CLI, CMed, angkat bicara.

Antoni meminta kepada Kapolres Bogor Kota untuk segera menangkap diduga pelaku penganiayaan dan premanisme terhadap anggotanya tersebut.

Baca juga : Banyak Pekerja Migran Nonprosedural Meninggal di Kamboja-Myanmar, Menteri Karding: Hati-hati Terima Tawaran Kerja Lewat Medsos

Seperti diketahui, anggota BPPH Pemuda Pancasila Kota Bekasi sempat dibuat marah setelah Irwan Hidayat mengirimkan filmoto dirinya selfi dengan menggunakan kaos polo hijau dalam kondisi wajah penuh darah dan juga foto jari kelingking istrinya nampak seperti putus di bagian ujung.

Antoni menceritakan kronologi yang menimpa anggota. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (17/4/2025) sekira pukul 15.40 WIB. Saat itu, Irwan bersama istrinya tengah mendatangi lokasi salon milik pelaku berinisial MS di Kelurahan Kayu Manis, Tanah Sereal, Kota Bogor.

“Jadi Irwan dan istri meminta pertanggung jawaban dana investasi bisnis salon dan bengkel yang di kelola MS sebesar Rp95 juta yang tidak ada kejelasan, ” kata Antoni, Selasa (22/4/2025).

Baca juga : Lagi, Seorang Dokter Konten Diduga Melakukan Pelecehan Seksual Terhadap Pasien

Setelah perbincangan tidak menemukan titik terang, Irwan dan istrinya menagih kembali uang Rp 95 juta untuk dikembalikan. Namun, MS tampak kesal lalu berkata “Silahkan saja lapor polisi, Kalau sudah buat laporan baru saya akan bayar”.

“Sambil emosi MS membenturkan kepala Irwan ke batu hingga mengalami luka pendarahan di wajah, istrinya yang mencoba melerai pun tak luput menjadi korban penganiayaan MS, jari kelingkingnya digigit sampai putus dan berdarah, ” terangnya.

Antoni menyebut, kejadian yang menimpa anggotanya tersebut sontak membuat group ramai dan tersebar sampai ke group whatsapp Pemuda Pancasila lainya.

Baca juga : Bertemu Menteri HAM, BNN Bahas Isu Legislasi Ganja hingga Kratom

Antoni menyampaikan kepada pengurusnya agar tidak gegabah dan terpancing dengan situasi dan kondisi yang ada. Ia menyarankan agar korban membuat Laporan Polisi (LP) kepolres Bogor kota dan melakukan Visum Et Repertum.

“Saya dan pengurus lainnya akan mengawal kasus ini sampai pelaku ditangkap. Saya akan mengadu kepada KDM (Kang Dedi Mulyadi) Gubernur Jawa Barat agar mendapatkan perhatian khusus, mengingat aksi premanisme bukan jamannya lagi di era modern sekarang ini, ” tuturnya.

“Kami berharap dalam hal ini Polres Bogor Kota bergerak cepat untuk menangkap pelaku. Kami yakin dalam jangka waktu 1×24 jam pelaku pasti di tangkap, ” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *