Satusuaraexpress.co | Jakarta – Brigjen Pol Audie Latuheru, menjadi salah satu perwira tinggi terbaik yang dimiliki Polri. Pria kelahiran Mearuke, Papua, 24 Januari 2072 itu mahir menerbangkan pesawat Helikopter.
Selain mahir menerbangkan Helikopter, lulusan Akpol 1996 ini juga memiliki sederet prestasi dalam bidang reserse. Ia pernah menjabat Kepala Subdit IV Cyber Crime Polda Metro Jaya untuk penanganan masalah kejahatan dunia maya.
Di Januari 2013, Brigjen Pol Audie Latuheru, yang saat itu menjabat Kepala Subdirektorat Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, berhasil mengungkap kasus iklan yang diduga menawarkan penjualan bayi melalui situs tokobagus.com. Kasus tersebut dinilai meresahkan masyarakat, sebab situs tokobagus.com memasang iklan penjualan dua bayi berusia 18 bulan seharga Rp10 juta setiap bayi dengan akun bernama Farkhan.
Di tahun yang sama, Audie Latuheru yang saat itu masih berpangkat AKBP dan menjabat sebagai Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, mengungkap kasus jaringan penculik mahasiswa UI bernama Safira (20).
Tidak lama setelah kasus penculikan, Audie Latuheru berhasil meringkus Maskur, pelaku pencabulan belasan anak di bawah umur di daerah Pancoran, Jakarta Selatan. Pelaku mengiming-imingi permen dan uang kepada korban. Pelaku juga sering mengajak korbannya untuk menonton film porno terlebih dahulu sebelum dicabuli. Usai melakukan aksi bejatnya, pelaku kerap mengancam apabila korban melapor kepada orangtua.

“Dulu waktu di reserse kalau ada kejahatan menyangkut korban anak-anak pasti saya langsung kejar sampai ke lubang semut pun gak bakal lolos walau harus jual mobil untuk biaya operasional saya gak peduli, ” kata Brigjen Pol Audie Latuheru.
Ya, di Desember 2020, Audie yang saat itu menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Barat, benar-benar memberi atensi khusus kepada jajarannya untuk mengungkap kasus pelecehan yang dilakukan oleh ayah kandung. Tidak butuh waktu lama, pelaku pelecehan berinisial NS (36) berhasil diringkus.
Diketahui, Audie pernah kuliah di Fakultas Hukum, Universitas Cendrawasih, Jayapura. Namun, ketika masih di semester tujuh, Audie keluar dan masuk Akademi Kepolisian bersama beberapa rekannya. Audie lulus dari Akpol pada 1996 dan pada 1997 masuk Gegana.
Dari pengalamannya di Cyber Crime, Audie kadang merasa tergugah melihat kasus-kasus yang melibatkan anak terutama kasus pelecehan untuk turun lagi ke lapangan. Jiwanya terpanggil untuk segera menangkap para pelaku.
Berikut Riwayat Pendidikan dan Karir Brigjen Audie:
AKPOL (1996)
PTIK
SESPIM
SESKO TNI (2021)
Riwayat Jabatan
– Dan Unit Gegana Korps Brimob
– Dan Sub Den Gegana Korps Brimob
– Wadan Den Gegana Korps Brimob
– Kanit III Subdit Umum Polda Metro Jaya
– Pamen Polda Metro Jaya (2011)
– Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya (2012)
– Kasubdit Ranmor Diresrkrimum Polda Metro Jaya
– Kapolsek Metro Setiabudi (2014)
– Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan (2015)
– Kapolres Ogan Komering Ulu Timur (2016)
– Wadirreskrimsus Polda Sumsel (2017)
– Wadirresnarkoba Polda Metro Jaya[2] (2017)
– Kepala SPN Polda Metro Jaya (2018)
– Kapolres Metro Jakarta Barat (2019)
– Analis Kebijakan Madya bidang Pidum Bareskrim Polri (2020)













