Satusuaraexpress.co | Jakarta — Sabtu (12/9/2026) pagi, wilayah Jakarta dan sekitarnya diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 yang berpusat di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Peristiwa ini terjadi tepat pukul 04.23.56 WIB, ketika sebagian besar masyarakat masih berada dalam tidur, sehingga guncangan yang muncul menjadi perhatian yang cukup besar bagi warga.
Berdasarkan informasi resmi yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui akun media sosial X, pusat gempa terletak pada koordinat 5,81 derajat Lintang Selatan dan 106,56 derajat Bujur Timur, atau sekitar 6 kilometer ke arah tenggara wilayah Kepulauan Seribu.
Sementara itu, kedalaman hiposentrum gempa tercatat mencapai 376 kilometer di bawah permukaan laut. Dengan karakteristik kedalaman tersebut, guncangan yang dirasakan bersifat menyebar luas namun berdurasi relatif singkat, dan BMKG secara tegas menyatakan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan bahaya gelombang laut yang merusak.
Guncangan gempa ini paling jelas dirasakan di wilayah Kepulauan Seribu sebagai lokasi terdekat episentrum, namun jangkauannya jauh meluas hingga ke berbagai daerah di sekitarnya, termasuk Kota dan Kabupaten Bogor di Jawa Barat, serta wilayah DKI Jakarta lainnya.
Baca juga : Korban Gempa M7,7 NTT Meningkat Jadi 87 Jiwa, Lebih dari 150 Ribu Warga Mengungsi
Warga melaporkan merasakan getaran yang cukup kuat, membuat sejumlah orang terbangun dan segera keluar dari bangunan untuk mencari tempat yang lebih aman, meskipun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa.
Hanya dalam waktu yang tidak lama setelah gempa pertama tersebut terjadi, peristiwa sejenis kembali tercatat di dua lokasi berbeda di Indonesia, menunjukkan kembali tingginya aktivitas seismik di wilayah tanah air. Satu gempa tercatat mengguncang wilayah Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan gempa lainnya terjadi di wilayah Nagakeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Meskipun detail mengenai magnitudo, kedalaman, dan dampak dari kedua gempa tersebut belum tercantum dalam rilis awal, terjadinya tiga peristiwa gempa dalam waktu berdekatan mengingatkan kembali akan posisi Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang mungkin terjadi pascagempa utama. Masyarakat juga diharapkan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas sumbernya, dan selalu mengacu pada data resmi dari BMKG terkait perkembangan kondisi seismik di wilayah masing-masing.
Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi seluruh lapisan masyarakat untuk selalu mematuhi prinsip-prinsip keselamatan dalam menghadapi bencana gempa bumi, serta memastikan bangunan tempat tinggal dan bekerja memenuhi standar ketahanan terhadap guncangan.











