Pembangunan Kota Bogor Kini Didukung Pembiayaan Kreatif, Tak Lagi Hanya Mengandalkan APBD

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.

Satusuaraexpress.co | Bogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menegaskan bahwa arah pembangunan di wilayahnya kini telah mengalami perubahan pola pendanaan. Jika sebelumnya pembangunan hampir sepenuhnya bertumpu pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), saat ini pemerintah kota mulai mengembangkan berbagai skema pembiayaan yang lebih inovatif dan kreatif.

Hal tersebut disampaikan Dedie saat menghadiri Forum Konsultasi Publik dan Dialog Kemitraan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Barat III yang digelar di Bogor.

“Pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada APBD, pendapatan asli daerah, pajak maupun retribusi, tetapi juga dapat didukung melalui berbagai sumber pembiayaan alternatif yang dikelola secara inovatif,” ujar Dedie, Kamis (23/7/2026).

Salah satu wujud nyata dari penerapan pembiayaan kreatif tersebut adalah pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik. Proyek strategis ini ditargetkan akan mulai beroperasi pada awal tahun 2028. Terkait hal ini, Dedie mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut berperan aktif.

Baca jugaDi Tengah Tantangan Fiskal, Pemkab Bogor Tetap Utamakan Pelayanan Dasar dan Pembangunan Merata

“Yang harus dipikirkan sekarang adalah menumbuhkan, mendorong, dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam retribusi persampahan yang benar,” imbuhnya.

Dedie memandang setiap langkah yang diambil oleh Pemerintah Kota Bogor merupakan bentuk investasi jangka panjang. Tujuannya tak lain adalah mewujudkan lingkungan yang lebih layak dan baik bagi kehidupan generasi yang akan datang. Ia pun berharap Kota Bogor dapat terus berkembang menjadi kota hijau atau green city yang tangguh dan mampu menopang kebutuhan warga di masa depan.

“Apa yang kita nikmati hari ini adalah jerih payah para pendahulu. Apa yang kita lakukan hari ini akan dinikmati oleh generasi mendatang. Ini menjadi hal yang perlu kita perjuangkan,” tegasnya.

Pendekatan pembiayaan kreatif yang diterapkan Pemkot Bogor ternyata telah mendapatkan pengakuan dari pemerintah pusat. Pada Juni 2026 lalu, Kota Bogor menerima apresiasi khusus dari Kementerian Dalam Negeri sebagai salah satu pemerintah daerah terbaik dalam kategori pembiayaan kreatif (creative financing), sejajar dengan Kota Surabaya dan Kota Semarang.

Baca jugaWali Kota Bogor Minta Tirta Pakuan Siapkan Langkah Antisipasi Kekeringan

Penghargaan ini kemudian menjadi motivasi tersendiri bagi Pemkot Bogor untuk terus menghadirkan solusi pendanaan yang cerdas guna mempercepat realisasi berbagai proyek strategis daerah.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah DJP Jawa Barat III, Romadhaniah, menyatakan bahwa forum yang digelar menjadi sarana penting bagi pihaknya untuk menyerap aspirasi dan masukan langsung dari masyarakat maupun para wajib pajak. Hal ini dilakukan sebagai upaya terus meningkatkan kualitas pelayanan perpajakan.

“Kami ingin mendengarkan berbagai masukan dari masyarakat wajib pajak. Berilah kami masukan karena kami bertumbuh dari banyaknya masukan masyarakat secara langsung,” kata Romadhaniah.

Ia berharap pertemuan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, melainkan mampu memperkuat jembatan komunikasi dan kemitraan yang kokoh antara Direktorat Jenderal Pajak, masyarakat, dan pemerintah daerah dalam upaya bersama mendukung pelayanan publik yang lebih baik dan optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *