Satusuaraexpress.co | Bogor — Pemerintah Kota Bogor mengambil langkah antisipatif dengan memberlakukan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh satuan pendidikan di bawah kewenangannya yakni jenjang TK, SD, dan SMP, yang mulai berlaku pada Senin (17/9/2026).
Keputusan ini diambil sebagai penyesuaian terhadap dinamika situasi terkini, dengan prioritas utama menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik serta tenaga kependidikan.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan melindungi anak-anak, khususnya pada kelompok usia dini hingga remaja tingkat pertama, dari potensi risiko di lapangan. Ia menyatakan bahwa proses pembelajaran tetap berjalan meskipun dilakukan dari rumah, tanpa mengabaikan faktor keselamatan.
“Mulai hari ini (kemarin,red), kegiatan belajar mengajar untuk tingkat TK, SD, dan SMP dialihkan sementara ke rumah melalui skema PJJ. Keselamatan dan kesehatan anak-anak kita adalah hal yang paling utama,” ujar Dedie, Senin (7/9/2026).
Baca juga : Pemprov DKI Terapkan PJJ Mulai Senin 7 September Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Melalui Dinas Pendidikan, Pemkot Bogor telah menginstruksikan seluruh kepala sekolah dan guru untuk segera berkoordinasi dan memastikan kesiapan teknis pelaksanaan pembelajaran daring. Para pendidik diminta menyampaikan materi secara interaktif dan proporsional sesuai jenjang pendidikan siswa.
Selain itu, Dedie mengimbau para orang tua untuk mendampingi anak-anak, terutama yang berada di jenjang TK dan SD, serta membatasi aktivitas anak di luar ruangan selama masa PJJ berlangsung.
Pemkot Bogor akan terus memantau perkembangan situasi secara berkala guna mengevaluasi kebijakan ini, dan informasi lanjutan akan diumumkan melalui kanal komunikasi resmi pemerintah kota. Penyemprotan Air Mist telah dilakukan di Kota Bogor Guna Kurangi Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
Pemerintah Kota Bogor melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran serta Penyelamatan melakukan penyemprotan air menggunakan metode water mist di sejumlah ruas jalan utama Kota Bogor.
Baca juga : Perpanjangan PJJ Dinilai Tepat di Tengah Cuaca Ekstrem Jakarta
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Bogor, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor.
Penyemprotan dilakukan di ruas jalan raya dan jalur pejalan kaki, mencakup sepanjang Sistem Satu Arah (SSA), Jalan Sudirman, Jalan RE Martadinata, Jalan Merdeka, hingga Jalan Kapten Muslihat, serta lingkungan Balai Kota Bogor. Kegiatan berlangsung hingga pukul 02.00 WIB dini hari.
Metode water mist merupakan teknologi penyemprotan bertekanan tinggi yang mengubah air menjadi butiran kabut sangat halus, yang dinilai efektif untuk mengikat dan menurunkan partikel abu vulkanik yang menempel di permukaan jalan maupun yang masih melayang di udara. Untuk pelaksanaan kali ini, dikerahkan satu unit kendaraan tangki air dan dua unit kendaraan pemadam kebakaran.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyatakan bahwa langkah ini merupakan ikhtiar pencegahan dampak abu vulkanik akibat letusan Gunung Anak Krakatau. Ia menegaskan bahwa mulai hari berikutnya penyemprotan akan dilakukan setiap hari, mencakup ruas jalan protokol, fasilitas publik, hingga jalan-jalan di wilayah keenam kecamatan se-Kota Bogor secara bergilir.
“Pemerintah Kota juga akan terus melakukan pemantauan dan pembaruan data kualitas udara secara berkala demi menjaga kesehatan warga, ” tutupnya.













