Pembangunan Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Resmi Dimulai, Siap Ubah Wajah Kawasan Batutulis

IMG 20260514 WA0005
Pembangunan Trase Baru Jalan Saleh Danasasmita Resmi Dimulai, Siap Ubah Wajah Kawasan Batutulis.

Satusuaraexpress.co | Bogor — Pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita, Kecamatan Bogor, secara resmi mulai dilaksanakan, pada Rabu (13/5/2026). Langkah awal dimulai dengan acara serah terima tanggung jawab pelaksanaan pekerjaan dari Pejabat Pelaksana Kegiatan kepada pihak kontraktor, yang kemudian segera menandai dimulainya kegiatan pembangunan fisik di lokasi.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan rasa syukurnya atas tercapainya tahap ini. Ia menjelaskan bahwa proses panjang yang melibatkan berbagai pihak akhirnya membuahkan hasil, setelah Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyelesaikan proses pelelangan dan menetapkan PT Promix Prima Karya yang berpusat di Bandung sebagai pihak yang diberi kepercayaan untuk melaksanakan seluruh pekerjaan konstruksi.

Perjalanan menuju pembangunan ini telah dilalui secara bertahap dan cermat. Semuanya bermula dari upaya pembebasan lahan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bogor, sebagai langkah pokok untuk mempersiapkan tempat pembangunan.

“Setelah lahan seluas sekitar 4.900 meter persegi tersedia, tanggung jawab pelaksanaan pekerjaan kemudian diteruskan ke tingkat provinsi untuk dijalani proses pelelangan yang terbuka dan transparan. Selama kurang lebih satu tahun, masyarakat dan pihak terkait menantikan momen ini, dan kini kegiatan pembangunan akhirnya mulai terlihat gerakannya di lapangan,” kata Dedie, Kamis (14/5/2026).

Baca jugaDi Tengah Arus Digitalisasi, Sekolah Islam di Bogor Lestarikan Budaya Nusantara Lewat Gelar Karya

Proyek besar ini direncanakan akan berlangsung selama 163 hari kalender, dengan sasaran penyelesaian pada akhir Oktober 2026. Untuk mewujudkan rencana tersebut, disediakan anggaran sebesar Rp21,2 miliar yang seluruhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Barat.

Cakupan pekerjaan tidak hanya terbatas pada pembangunan badan jalan sepanjang 300 meter, tetapi juga meliputi upaya penguatan struktur tebing guna menjamin keamanan serta pembuatan jalur pejalan kaki yang nyaman dan aman bagi pengguna jalan.

Dedie juga menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang mendalam kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas dukungan serta kerja sama yang terjalin dengan baik, sehingga seluruh proses mulai dari perencanaan hingga persiapan pelaksanaan dapat berjalan sesuai rencana dan tertib.

“Yang membuat proyek ini semakin istimewa, pembangunan tidak hanya berfokus pada sarana lalu lintas,” ujarnya.

Di samping pembangunan trase jalan baru, juga disiapkan pekerjaan tambahan yang bernilai tinggi bagi lingkungan dan keindahan wilayah. Bagian dari jalan lama yang tidak lagi digunakan akan diubah dan dirawat, sehingga tumbuh menjadi kawasan hijau yang diberi nama Leuweung Batutulis serta tempat taman yang asri.

Baca jugaKepemimpinan Kuat: Kunci Sinergi Pemerintah Bogor dan Masyarakat Menjawab Tantangan Pembangunan

“Nantinya, wilayah ini akan terbentuk menjadi satu kesatuan yang harmonis, memadukan fungsi jalan raya, ruang terbuka hijau, serta tempat rekreasi yang menyegarkan, ” terang Dedie.

Harapan yang sama juga disampaikan oleh Andi Nugroho, Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan I Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, susunan yang terpadu antara sarana lalu lintas, ruang hijau, dan jalur pejalan kaki ini memiliki potensi besar untuk mengangkat kedudukan wilayah tersebut.

Ia berkeyakinan bahwa kawasan ini tidak hanya akan menjadi jalur penghubung, melainkan juga berkembang menjadi tempat tujuan baru yang menarik, terutama karena letaknya yang berada di lingkungan kawasan warisan budaya Kota Bogor.

“Cakupan pekerjaan juga meluas hingga pembangunan jalur pejalan kaki di wilayah Sumur Tujuh, semakin melengkapi kelengkapan fasilitas yang disediakan, ” kata Andi.

Baca jugaWali Kota Bogor Tinjau Aliran Kali Cibala, Antisipasi Banjir Akibat Curah Hujan Ekstrem

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, menyambut baik dimulainya pembangunan ini sebagai hasil kerja sama dan usaha bersama yang telah dilalui dengan sabar dan tekun. Ia menyatakan bahwa gagasan pembangunan ini dirancang secara menyeluruh, sehingga tidak hanya memenuhi kebutuhan sarana perhubungan, tetapi juga menambah nilai keindahan, kenyamanan, dan daya tarik wilayah.

Dengan adanya gabungan antara jalan baru, jalur pejalan kaki, taman, dan kawasan Leuweung Batutulis, wilayah tersebut diproyeksikan menjadi satu kawasan yang terpadu, tertata rapi, dan berpotensi tumbuh menjadi salah satu tujuan wisata baru yang dibanggakan, sekaligus menjaga dan menonjolkan nilai sejarah serta warisan budaya yang ada di sekitarnya.

Ketika nanti pembangunan selesai dan fasilitas dapat digunakan sepenuhnya, kawasan Batutulis diprediksi akan mengalami perubahan yang positif.

“Tempat ini tidak hanya sekadar jalur lintasan, melainkan sebuah ruang yang menghubungkan kebutuhan perjalanan, keindahan alam, serta kekayaan sejarah, membentuk wajah baru yang indah dan bermanfaat bagi seluruh warga Kota Bogor maupun pengunjung yang datang, ” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *