Perkuat Ketahanan Pangan, Jakarta Timur Gelar Aksi Tanam Bersama di 162 Titik

IMG 20260510 WA0005
Perkuat Ketahanan Pangan, Jakarta Timur Gelar Aksi Tanam Bersama di 162 Titik.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Suasana penuh semangat dan harapan terasa memenuhi Kawasan Pertanian Perkotaan Kampung Bali, Gang Buntu RT 001 RW 05, Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur. Di tempat yang menjadi salah satu pusat kegiatan pertanian di wilayah itu, Pemerintah Kota Jakarta Timur bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Kota Administrasi Jakarta Timur meluncurkan Aksi Gerakan Tanam Bersama yang meliputi penanaman jagung, padi, dan berbagai jenis sayuran.

Kegiatan ini menjadi wujud kerja sama yang erat antara berbagai unsur, mulai dari pihak pemerintah, sektor terkait, hingga dukungan dari PT East West Seed Indonesia (Ewindo) Panah Merah, semuanya bersatu demi mendukung penguatan ketahanan pangan di Jakarta Timur.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jakarta Timur, Essie Feransie Munjirin, menyampaikan bahwa gerakan ini tidak hanya berlangsung di satu lokasi saja, melainkan dilakukan secara serentak di 162 titik tersebar di seluruh wilayah Jakarta Timur, dengan total luas lahan yang diusahakan mencapai sekitar 4,7 hektare.

“Benih yang digunakan, terutama jenis jagung Bonanza MB F1, merupakan sumbangan yang diberikan oleh Panah Merah dan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, ” kata Essie, Minggu (10/5/2026).

Baca jugaPemkot Jakarta Timur Perkuat Pendidikan Lewat Kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun

Essie berharap upaya ini tidak berhenti hanya pada tahap penanaman, tetapi terus dijalankan dengan baik hingga tiba waktunya panen yang dijadwalkan pada bulan Agustus mendatang. Menurutnya, pengembangan pertanian di lingkungan perkotaan menjadi langkah yang sangat penting dan perlu terus digalakkan, terutama sebagai upaya menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Hal ini menjadi semakin mendesak mengingat adanya ancaman perubahan iklim dan potensi terjadinya cuaca yang sangat ekstrem, serta pengaruh dari fenomena El Nino yang dapat mengubah pola cuaca dan mempengaruhi hasil pertanian.

“Kita akan menghadapi masa dengan suhu yang tinggi dan pola hujan yang tidak terduga, sehingga perawatan yang cermat dan terus-menerus sangat diperlukan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan hasil yang diperoleh dapat maksimal,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kerja III Tim Penggerak PKK Provinsi DKI Jakarta, Diah Iswari, menyambut baik dan memuji langkah yang diambil oleh Jakarta Timur. Ia menyampaikan bahwa gerakan penanaman ini merupakan bagian dari program utama PKK tingkat provinsi, yaitu Gerakan Tanam Sejuta Pohon, yang bertujuan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi juga memperindah dan menjaga keseimbangan lingkungan.

Diah berharap kegiatan ini dapat terus berlangsung secara berkelanjutan, tumbuh menjadi kebiasaan yang positif, dan dijalankan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Ketahanan pangan yang kuat memiliki hubungan yang erat dengan kekuatan dan kesejahteraan setiap keluarga. Kami sangat menghargai upaya serta berbagai ide baru yang terus dikembangkan oleh Jakarta Timur dalam bidang ini,” ujarnya.

Baca juga Ketersediaan LPG Nonsubsidi di Jakarta Timur Tetap Aman Pasca Penyesuaian Harga

Dari sisi perencanaan dan hasil yang diharapkan, Kepala Suku Dinas KPKP Kota Jakarta Timur Taufik Yulianto, memaparkan perkiraan hasil yang cukup menjanjikan. Dari lahan yang telah disiapkan, diproyeksikan dapat diperoleh sekitar 20 ton hasil panen padi pada bulan Agustus, dengan perhitungan berdasarkan tingkat produktivitas rata-rata mencapai lima ton untuk setiap hektare lahan.

Selain itu, sebanyak 13.079 benih jagung yang telah ditanam diperkirakan akan menghasilkan sekitar 1,2 ton jagung matang. Tidak hanya itu, untuk memenuhi kebutuhan sayuran, sekitar 19.500 benih berbagai jenis sayuran, baik yang berdaun maupun yang menghasilkan buah, telah dibagikan ke sepuluh kecamatan yang ada di Jakarta Timur, dengan perkiraan hasil panen mencapai 100 kilogram.

Berbagai kebutuhan pendukung seperti pupuk, zat gizi tambahan, media tempat tumbuh yang cocok, serta sarana perlindungan tanaman juga telah disediakan dan disalurkan kepada kelompok petani serta warga yang aktif mengembangkan pertanian di lingkungan perkotaan. Bantuan ini berasal dari berbagai tingkatan instansi, mulai dari Dinas KPKP Provinsi, Unit Pelaksana Teknis Pusat Pengembangan Benih dan Perlindungan Tanaman, hingga Suku Dinas KPKP Jakarta Timur.

Taufik juga menyampaikan harapannya agar kerja sama yang terjalin antara pemerintah, lembaga masyarakat, dunia usaha, dan warga dapat terus ditingkatkan.

“Tujuannya adalah agar ketersediaan pangan menjadi lebih terjamin dan wilayah Jakarta Timur semakin mandiri, serta tidak terlalu bergantung pada pasokan bahan makanan yang datang dari daerah lain, ” kata Taufik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *