Satusuaraexpress.co | Yogyakarta — Kasus dugaan penganiayaan dan penelantaran anak yang terjadi di sebuah tempat penitipan anak (day care) di wilayah Umbulharjo, Kota Yogyakarta, akhirnya terungkap ke publik. Awal mula kasus ini terbongkar bukan tanpa alasan, melainkan adanya langkah berani dari seorang pengasuh yang baru saja diterima bekerja di tempat tersebut.
Menurut keterangan Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, pengungkapan kasus ini bermula ketika karyawan baru tersebut menyaksikan sendiri bagaimana perlakuan yang diberikan kepada anak-anak yang dititipkan. Apa yang dilihatnya dinilai sangat tidak manusiawi dan menyayat hati.
“Awalnya dari karyawannya itu melihat bahwa perlakuan terhadap bayi atau anak yang dititipkan kurang manusiawi. Sesuai dengan hati nuraninya, karena mungkin ada yang dianiaya juga,” ungkap Eva dalam keterangannya, Sabtu (25/4/2026).
Baca juga : Motif Dendam Pribadi Melatarbelakangi Penganiayaan Andrie Yunus, Sidang Perdana 4 TNI Digelar 29 April
Melihat kondisi yang memilukan itu, pengasuh tersebut merasa tidak tega dan tidak sanggup lagi bekerja di lingkungan yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri atau meminta berhenti bekerja. Namun, keputusan untuk hengkang tersebut tidak berjalan mulus.
Ternyata, saat meminta resign, ijazah milik pengasuh tersebut ditahan oleh pihak pengelola day care. Hal inilah yang akhirnya menjadi pemicu utama sehingga korban memutuskan untuk tidak tinggal diam dan membawa masalah ini ke ranah hukum.
“Ditelantarkan, akhirnya dia merasa tidak sesuai hati nurani, lalu minta resign. Tetapi ijazahnya ditahan oleh pemilik sehingga dia melapor ke kami. Dari situ kami mendapat informasi tersebut dan langsung ditindaklanjuti,” jelas Eva lebih lanjut.
Baca juga : Posting DPO Kasus Penganiayaan di Instagram, Polres Jakbar Dapat Respon Tak Terduga dari Netizen
Sebelum laporan dari pengasuh tersebut, sebenarnya sudah ada gelagat mencurigakan yang dirasakan oleh para orang tua. Sebelumnya, sejumlah wali murid telah mendatangi pihak berwenang dan melaporkan day care yang sama karena adanya dugaan kekerasan terhadap anak. Mereka mengaku menemukan keanehan pada perilaku maupun kondisi fisik anak-anak mereka sejak mulai bersekolah atau dititipkan di tempat tersebut.
Berkat keberanian dan suara hati dari pengasuh yang tidak mau membiarkan kejahatan terus terjadi, kasus ini kini telah masuk dalam proses hukum dan mendapatkan penanganan serius dari kepolisian untuk memberikan keadilan bagi anak-anak yang menjadi korban.













