Kompetisi Olahraga Domino Polsek Pesanggrahan Warnai HUT Bhayangkara ke-80

IMG 20260620 112035 scaled
Kompetisi Olahraga Domino Polsek Pesanggrahan Warnai HUT Bhayangkara ke-80.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Suasana penuh semangat dan keakraban menyelimuti lingkungan Polsek Pesanggrahan, Polres Metro Jakarta Selatan pada Sabtu (20/6/2026). Di tengah rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Bhayangkara yang ke-80, digelar sebuah kompetisi olahraga yang unik dan mampu mempertemukan berbagai kalangan masyarakat di kejuaraan olahraga Domino.

Kegiatan ini diselenggarakan Polsek Pesanggrahan bekerja sama dengan Persatuan Olahraga Domino Seluruh Indonesia (Orado), dan diikuti oleh peserta yang datang dari latar belakang yang beragam.

Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Seala Syah Alam menjelaskan bahwa penyelenggaraan kegiatan ini bukan tanpa dasar. Sejak terdaftar dalam pengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat tepat pada 21 Mei 2026, olahraga Domino kini telah diakui sebagai cabang olahraga resmi, sah, dan terdaftar secara nasional.

“Berangkat dari status resmi ini, kami melihat peluang yang tepat untuk mengangkatnya sebagai bagian dari perayaan HUT Bhayangkara ke-80. Ini menjadi cara kami mendekatkan diri kepada masyarakat sekaligus mengembangkan potensi olahraga yang inklusif,” ujarnya.

IMG 20260620 101716 scaled

Kompetisi ini diikuti oleh sekitar 32 tim yang terdiri dari peserta umum maupun perwakilan dari berbagai instansi. Lebih dari sekadar ajang bertanding, kegiatan ini memiliki tujuan mulia: menggali dan membina bibit-bibit atlet berpotensi.

Baca jugaSemarak Laga Persija Vs Persib Menggema di Polsek Pesanggrahan, Nobar Kondusif Penuh Kebersamaan

Keunggulan utama olahraga Domino terletak pada sifatnya yang terbuka bagi siapa saja, tanpa memandang usia, kondisi fisik, maupun latar belakang. Anak muda, orang dewasa, hingga lansia berkesempatan yang sama untuk berkembang.

“Ini adalah olahraga yang diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, kami berharap kegiatan ini dapat menjadi alternatif positif bagi generasi muda agar tidak terlalu larut dalam penggunaan gawai secara berlebihan, dan dapat menyalurkan perhatiannya pada aktivitas yang bermanfaat,” tambah Kompol Seala.

IMG 20260620 WA0001

Semangat peserta semakin membara dengan adanya total hadiah bernilai jutaan rupiah. Bahkan untuk kejuaraan puncak yang akan dilaksanakan keesokan harinya di tingkat Polres, hadiahnya lebih menarik lagi, termasuk sepeda motor yang disponsori oleh Banjon.

Antusiasme masyarakat begitu tinggi, terlihat dari adanya 6 tim kategori junior yang turut mendaftar. Awalnya hanya disiapkan 8 meja pertandingan, namun melihat tingginya minat pendaftaran yang dilakukan secara gratis panitia bekerja sama dengan PB Orado Pusat menambah fasilitas menjadi 30 meja agar semua peserta dapat berpartisipasi dengan nyaman.

Baca juga Konvoi Remaja Bawa Bendera Geng dan Kembang Api Viral, Polsek Pesanggrahan Amankan 17 Orang

Ketua Bidang Humas PB Orado, Henry Kurniadi yang akrab disapa John LBF, menyambut baik sinergi yang terjalin antara Kepolisian Republik Indonesia dan Orado. Ia menilai inisiatif yang digagas oleh Ketua Pengprov Orado DKI Jakarta, Royan, serta diselenggarakan dengan apik di bawah pimpinan Kompol Seala merupakan langkah yang sangat positif.

Kehadiran publik figur dan penyanyi kenamaan tanah air, Intan RJ, turut memeriahkan acara. Dalam sesi pertandingan singkat, Intan RJ menunjukkan ketertarikan yang besar bahkan meminta agar disediakan meja latihan di rumah untuk putra-putrinya, dengan harapan mereka pun dapat dikembangkan menjadi atlet.

“Kesempatan ini terbuka lebar kategori junior diperuntukkan bagi usia 14 hingga di bawah 18 tahun, sedangkan kategori senior tidak memiliki batas usia hingga 70 atau 80 tahun sekalipun. Hal ini terbukti dari kejuaraan nasional pertama Orado pada April lalu, di mana juara kategori junior berasal dari Sulawesi Selatan dan meraih hadiah lebih dari 100 juta rupiah, sedangkan juara senior dari Bangka Belitung. Total hadiah saat itu mencapai 1 miliar rupiah,” jelas Henry.

Baca jugaBanjir Kali Uangan Rendam Ratusan Rumah di Ulujami, Polsek Pesanggrahan Segera Beri Bantuan

Lebih jauh lagi, ia menyampaikan visi besar Orado. Setelah diakui KONI Pusat, olahraga Domino berpeluang masuk dalam agenda Pekan Olahraga Nasional. Bahkan, persiapan sedang dilakukan untuk menuju pengakuan di tingkat Federasi Internasional.

“Sudah belasan tahun kejuaraan internasional Domino diselenggarakan. Kami ingin mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia, mengingat bendera negara berkibar dengan bangga saat atlet kita meraih prestasi internasional,” ungkapnya.

Penyanyi Intan RJ pun memberikan pandangan positifnya. Menurutnya, di tengah gempuran teknologi dan kecenderungan anak-anak bermain gawai, olahraga Domino menawarkan solusi yang seimbang.

“Ini mengajarkan anak-anak untuk bermain sambil melatih kecerdasan, konsentrasi, perhitungan, strategi, hingga kemampuan bersosialisasi. Stereotip lama yang menganggap Domino hanya dimainkan sekadar duduk-duduk kini berubah menjadi citra positif sebagai cabang olahraga yang terstruktur,” tuturnya.

Kompetisi ini menjadi bukti nyata bahwa olahraga mampu menjadi jembatan pemersatu. Kehadiran peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pengemudi ojek daring, warga masyarakat, hingga unsur FKDM, menunjukkan bahwa semangat sportivitas dapat menyatukan perbedaan. Di bawah naungan HUT Bhayangkara ke-80, Polri dan Orado telah melangkah bersama menciptakan ruang inklusif, di mana setiap orang berhak bermimpi, berlatih, dan berprestasi demi nama baik bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *