Pemerintah Kota Bogor Gerak Cepat Hadapi Ancaman Ikan Sapu-sapu

1772433260 WhatsApp Image 2026 02 08 at 21.03.11 2
Pemerintah Kota Bogor Gerak Cepat Hadapi Ancaman Ikan Sapu-sapu.

Satusuaraexpress.co | Bogor — Pemerintah Kota Bogor mulai bergerak cepat setelah muncul laporan penemuan ikan sapu-sapu di beberapa titik wilayah. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa persoalan ini tidak bisa dianggap sepele karena berpotensi merusak keseimbangan ekosistem perairan setempat.

Ia menyampaikan bahwa langkah awal yang akan dilakukan adalah berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, termasuk melibatkan menteri dan wakil menteri untuk mencari solusi bersama yang tepat dan menyeluruh.

“Ke depan kita akan koordinasi dengan kementerian, supaya ada langkah bersama dalam menangani ikan sapu-sapu yang sifatnya merusak ekosistem,” ujar Dedie, Senin (27/4/2026).

Fenomena serupa sebelumnya juga sempat terjadi di Jakarta, di mana populasi ikan sapu-sapu meningkat drastis akibat kemampuannya berkembang biak yang sangat cepat. Dampaknya, ikan ini mendominasi habitat perairan dan mengganggu keberadaan spesies ikan lokal yang asli.

Baca jugaMemperingati Hari Bumi, Pemkot Bogor Bersihkan Sungai Ciliwung

Dedie mengakui bahwa kondisi penemuan ikan sapu-sapu di Bogor ini cukup mengejutkan bagi pihaknya. Bahkan, sempat beredar informasi bahwa ikan sapu-sapu dimanfaatkan sebagai bahan campuran makanan seperti siomay, meski hal tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut kebenaran dan keamanannya.

Untuk penanganan lebih lanjut, Pemkot Bogor berencana mempelajari metode yang sudah diterapkan di daerah lain, khususnya Jakarta. Namun, ia menegaskan bahwa proses pemusnahan ikan tersebut tetap harus memperhatikan aspek etika dan tata cara yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Ini makhluk hidup, jadi tetap ada cara-cara yang harus diperhatikan dalam proses penanganannya,” tambahnya.

Saat ini, pemerintah masih melakukan pemetaan lokasi penemuan ikan sapu-sapu serta menyiapkan langkah teknis lanjutan agar penyebaran ikan invasif ini tidak semakin luas dan merusak ekosistem perairan di Kota Bogor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *