Satusuaraexpress.co | Jakarta — Situasi yang sempat memprihatinkan terjadi di Jalan Pule, RW 10, Kelurahan Ciracas, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Sebuah jembatan penghubung yang menjadi urat nadi mobilitas warga diketahui mengalami keruntuhan atau amblas.
Kejadian yang terjadi pada Rabu, 15 April lalu, sekitar pukul 16.30 WIB itu memicu respons cepat dari pihak berwenang. Puluhan personel gabungan langsung dikerahkan untuk menangani situasi tersebut demi kelancaran aliran air dan keselamatan masyarakat.
Camat Ciracas, Panangaran Ritonga, saat dikonfirmasi, memaparkan detail penanganan yang sedang berlangsung. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah membersihkan puing-puing beton dan material jembatan yang runtuh hingga menumpuk di dasar saluran air. Tumpukan material tersebut dikhawatirkan dapat menghambat aliran air dan berpotensi menimbulkan masalah baru seperti banjir jika tidak segera dibersihkan.
“Jembatan ini amblas yang pada 15 April lalu hingga mengakibatkan akses vital warga itu harus ditutup sementara,” ujar Panangaran.
Baca juga : Jalan Amblas di Kawasan Olimo Jakarta Barat, Polisi Lakukan Pengaturan Lajur Kendaraan Agar Tidak Macet
Untuk mempercepat proses evakuasi material runtuhan, sebanyak 25 personel yang terdiri dari Satuan Pelaksana Sumber Daya Air (SDA), Bina Marga, serta petugas PPSU setempat dikerahkan ke lokasi. Tidak hanya mengandalkan tenaga manusia, satu unit alat berat berupa crane juga didatangkan untuk membantu mengangkat sisa-sisa konstruksi jembatan yang cukup berat dengan lebih efektif dan efisien.
Jembatan yang ambruk tersebut memiliki ukuran panjang sekitar enam meter dengan lebar 2,5 meter. Mengingat kondisi yang sudah tidak aman dan adanya proses perbaikan, Panangaran menegaskan bahwa akses Jalan Pule akan ditutup total untuk umum selama kurang lebih satu bulan ke depan. Selama masa penutupan, masyarakat dan pengendara diimbau untuk memanfaatkan jalur alternatif yang tersedia di sekitar lokasi kejadian.
Sementara itu, Ketua RW 10 Ciracas, Sukimin, mengungkapkan kronologi kejadian. Ia menjelaskan bahwa jembatan tersebut amblas pada saat sedang dilintasi oleh sebuah truk. Meski kejadian ini cukup mengejutkan dan mengganggu aktivitas, Sukimin mengapresiasi kecepatan respon pihak pemerintah kecamatan dan petugas lapangan yang langsung turun tangan.
Baca juga : Plat Baja Dipasang di Jembatan Amblas Jalan Kampung Kramat, Hanya Buka Akses untuk Sepeda Motor
Lebih lanjut, Sukimin menekankan betapa pentingnya fungsi jalan dan jembatan tersebut bagi kehidupan sehari-hari. Jalan Pule merupakan jalur strategis yang menghubungkan Jalan Raya Centex dan Jalan Haji Baping. Jalan ini menjadi akses utama dan alternatif bagi ribuan warga dari wilayah Ciracas, Susukan, hingga Rambutan untuk beraktivitas, mulai dari bekerja, berdagang, hingga mengantar anak sekolah.
“Jalan ini menjadi akses utama dan alternatif warga untuk aktivitas harian seperti bekerja, berdagang maupun sekolah,” tegasnya.
Harapan besar pun disematkan agar proses perbaikan dapat berjalan lancar sesuai jadwal sehingga akses vital ini bisa segera dibuka kembali dan digunakan oleh masyarakat umum.













