Plat Baja Dipasang di Jembatan Amblas Jalan Kampung Kramat, Hanya Buka Akses untuk Sepeda Motor

IMG 20260304 WA0001
Plat Baja Dipasang di Jembatan Amblas Jalan Kampung Kramat, Hanya Buka Akses untuk Sepeda Motor.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Di area Jembatan Jalan Kampung Kramat, RW 04 Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, sebuah tindakan antisipatif telah dilakukan oleh pihak kecamatan. Lempengan plat baja berukuran sekitar 1×2 meter dipasang pada bagian jalan yang mengalami ambles. Tindakan ini diambil karena meskipun akses jembatan telah ditutup, masih banyak kendaraan bermotor yang tetap nekat melintas, sehingga berpotensi menimbulkan hal-hal tidak diinginkan.

Camat Cipayung, Diman, menjelaskan bahwa jembatan tersebut tidak dapat ditutup secara total. Setiap hari, mobilitas kendaraan dari arah Bekasi ke Jakarta Timur atau sebaliknya sangat padat di ruas jalan tersebut. Jika akses ditutup seluruhnya, akan berpotensi menyebabkan kemacetan yang luar biasa hingga menjalar ke wilayah Bekasi, terutama bagi warga yang melakukan aktivitas atau bekerja di Jakarta Timur.

“Jembatan Kampung Kramat tidak bisa ditutup total karena dampak kemacetannya sangat luar biasa. Kami siasati dengan hanya memperbolehkan sepeda motor yang melintas, sedangkan mobil tidak,” ujarnya, Rabu (4/3/2026).

Baca juga : Sudinhub Jakarta Selatan Verifikasi 519 Peserta Mudik Gratis Klaster Kedua

Untuk memastikan keamanan dan kenyamanan saat dilintasi sepeda motor, bagian pinggir plat baja dilapisi dengan aspal agar tidak mudah bergeser ketika ada kendaraan yang melintas. Pihak kecamatan berharap dengan pemberian celah akses khusus ini, dapat mengurai kemacetan yang biasanya terjadi di Jalan Sumir maupun Jalan PLN, Jati Melati, Bekasi.

Ukuran plat baja yang relatif kecil sengaja dipilih hanya untuk memperbolehkan akses sepeda motor. Diman mengungkapkan kekhawatirannya bahwa jika plat dipasang lebih lebar, terutama pada malam hari ketika tidak ada pengawasan, mobil akan cenderung melintas bebas dan berpotensi memperparah kerusakan jembatan yang sudah tidak stabil.

Penutupan akses untuk kendaraan mobil akan tetap diterapkan hingga dilakukan perbaikan permanen. Penanggung jawab perbaikan adalah Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), mengingat kondisi turap kali di lokasi tersebut telah banyak terkikis dan mengalami ambles.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *