Satusuaraexpress.co | Jakarta — Sebuah insiden memilukan terjadi di lokasi proyek pembangunan bertingkat yang terletak di Jalan TB Simatupang, RT 02/02, Kelurahan Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 10.00 WIB ini tidak hanya mengakibatkan kerugian materi, tetapi juga merenggut nyawa serta membahayakan kesehatan para pekerja di lokasi tersebut. Hingga saat ini, kasus tersebut tengah ditangani secara serius oleh pihak kepolisian dari Polsek Jagakarsa.
Menurut keterangan resmi yang disampaikan oleh Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi, terdapat empat orang yang dinyatakan meninggal dunia dan tiga orang lainnya mengalami gangguan pernapasan akibat kejadian tersebut. Keempat korban jiwa yang meninggal dunia diidentifikasi sebagai Yana Nugraha (32) asal Subang, Mawi (62) asal Cianjur, Tatang Sonjaya (63) asal Bandung Barat, dan Muhamad Fauzi (19) yang juga berasal dari Bandung Barat.
“Tiga korban yang mengalami sesak napas adalah Ujib (41), Ahmad Jaelani (37), dan Sunar (63), yang beralamat di Purwakarta. Seluruh korban diketahui merupakan buruh harian lepas yang bekerja di proyek tersebut, ” kata Nurma, Senin (6/4/2026).
Berdasarkan kronologis kejadian yang dihimpun dari keterangan saksi, insiden bermula ketika seorang mandor memerintahkan pekerja untuk menguras dan membersihkan tempat penampungan air bersih atau yang biasa disebut gelotenk yang berada di area basement. Pada saat proses pembongkaran penutup lubang penampungan tersebut, salah satu pekerja terjatuh ke dalam lubang yang memiliki kedalaman 3 meter, panjang 6 meter, dan lebar 3 meter itu.
Usaha pertolongan yang dilakukan oleh rekan kerja ternyata berujung naas. Karena tidak dilengkapi dengan peralatan keselamatan kerja atau safety equipment yang memadai, rekan-rekan yang mencoba menolong justru ikut terjatuh ke dalam lubang yang sama.
“Situasi semakin memburuk ketika tim evakuasi dan pekerja lain mulai merasakan udara yang sangat panas dan suasana yang terasa sangat pengap di sekitar lokasi, ” ujarnya.
Dugaan sementara menyebutkan bahwa para korban tidak hanya mengalami luka akibat terjatuh, tetapi juga terpapar gas beracun yang terperangkap di dalam penampungan tersebut.
Baca juga :Terlindas Mobil Suzuki Grand Vitara, Balita di Jagakarsa Meninggal
“Korban yang terjatuh berjumlah empat orang dan tiga orang pekerja lainnya sesak napas disebabkan hawa panas dan bau dari gelotenk. Para korban diduga menghirup gas yang keluar dari lokasi,” ungkap Nurma.
Sopir ambulans yang datang ke lokasi Dimas Putra Akbarizki, menjelaskan bahwa pihaknya segera membawa korban ke RS Pasar Rebo untuk mendapatkan penanganan medis segera. Namun sayang, nyawa keempat pekerja tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia oleh dokter yang bertugas. Sementara itu, tiga korban yang mengalami sesak napas juga dievakuasi ke rumah sakit yang sama. Saat ini, seluruh jenazah dan korban yang sakit telah dipindahkan ke RS Fatmawati untuk proses lebih lanjut.
Kasus ini kini masih dalam tahap penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian. Pihak berwenang telah meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan kerja ini, serta untuk menentukan tanggung jawab hukum dan keselamatan kerja di lokasi proyek tersebut. Tragedi ini menjadi pengingat keras betapa pentingnya penerapan standar keselamatan kerja yang ketat demi melindungi nyawa para pekerja.













