Satusuaraexpress.co | Jakarta — Terminal Kampung Rambutan yang terletak di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, akan direvitalisasi. Rencana ini disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, sebagai tanggapan atas terjadinya banjir akibat luapan Kali Cipinang yang merendam area terminal pada malam Sabtu (21/3) hingga pagi Minggu (22/4).
Terminal yang dibangun sejak tahun 1990-an ini belum pernah mengalami penyesuaian signifikan. Seiring berjalannya waktu, kawasan sekitar telah mengalami perkembangan pesat, antara lain dengan beroperasinya LRT Jabodebek dan adanya layanan transportasi umum Transjakarta.
“Sebagaimana diketahui bahwa sejak tahun 1990-an terminal ini dibangun dan belum ada penyesuaian. Seiring dengan perkembangan kawasan di mana sudah ada LRT Jabodebek dan juga layanan Transjakarta,” jelas Syafrin, Kamis (26/3/2026).
Baca juga : Anggota DPRD DKI Hardiyanto Kenneth Sidak Terminal Kalideres, Pastikan Masyarakat Mudik dengan Nyaman
Meskipun rencana revitalisasi telah diumumkan, prosesnya masih berada pada tahap perencanaan dan akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
Untuk menangani masalah banjir secara jangka pendek dan mencegah terulangnya kejadian serupa, Dishub DKI Jakarta akan bekerja sama dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) Provinsi DKI Jakarta. Langkah yang akan dilakukan meliputi pembersihan saluran air untuk menghindari sumbatan, serta penyesuaian sistem drainase khususnya terkait dengan luapan sungai di kawasan terminal.
“Kami melakukan pembersihan, di mana untuk saluran air kita harapkan ini tidak ada lagi sumbatan-sumbatan. Kami berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air untuk dilakukan penyesuaian, khususnya terkait dengan luapan sungai di kawasan ini,” ujar Syafrin.
Baca juga : Ketegangan di Terminal Kp. Rambutan: Ketika Seragam dan Tiket Bus Bertemu dalam Kesalahpahaman
Sebelumnya, kejadian banjir di Terminal Kampung Rambutan telah menjadi viral di media sosial. Video yang diunggah melalui akun Instagram @lbj_jakarta memperlihatkan kondisi peron bus yang tergenang air dengan ketinggian berkisar antara 10 hingga 20 sentimeter. Akibatnya, sejumlah penumpang terpaksa melepas sepatu atau menggulung ujung celana agar tidak basah saat melintasi area genangan untuk naik ke dalam bus.
“Sejumlah penumpang tampak harus ekstra hati-hati saat melintas di area terminal yang tergenang. Kondisi ini pun membuat mobilitas warga menjadi terhambat, terutama bagi mereka yang hendak melakukan perjalanan sejak pagi hari,” demikian tertulis dalam keterangan pada video yang diunggah.













