Satusuaraexpress.co | Jakarta — Sebuah insiden tak terduga mewarnai pagi di Terminal Kp. Rambutan pada Sabtu (22/11/2025). Kesalahpahaman antara seorang anggota TNI AL dan petugas tiketing bus P.O. Sinar Jaya memicu ketegangan yang sempat mengkhawatirkan. Beruntung, situasi ini tidak berlarut-larut dan berhasil diselesaikan secara damai berkat kesigapan pihak berwajib.
Kejadian bermula ketika Kopka Supriyadi tiba di Terminal Bus Kp. Rambutan pada pukul 06.30 WIB. Sekitar pukul 08.46 WIB, ia menanyakan jadwal keberangkatan bus ke Semarang kepada Teguh. Teguh menjawab bahwa bus tersebut seharusnya berangkat pada pukul 08.45 WIB.
Selanjutnya, Teguh menghubungi sopir bus P.O. Sinar Jaya untuk mengonfirmasi posisi bus. Sopir menginformasikan bahwa bus sudah berada di daerah Cikunir. Teguh kemudian menyampaikan kepada Supriyadi bahwa bus telah lewat dan ia tidak berani menghentikannya.
Baca juga : Sakit Hati Oknum Anggota TNI AU Tikam Pria di Makassar, Korban Meninggal Dunia
Menurut laporan, Supriyadi kemudian melontarkan perkataan bernada mengancam kepada Teguh, “Loe anak baru berani macam-macam.”
Meskipun demikian, Teguh memilih untuk tidak merespons. Tak lama kemudian, Supriyadi terlibat percakapan dengan seorang pria bernama Simanjuntak, yang menawarkan opsi bus P.O. Maju Mida Mandiri.
Secara tiba-tiba, Supriyadi melakukan pemukulan terhadap Teguh, mengenai bagian wajah yang mengakibatkan luka di area bibir dan mulut. Teguh kemudian melakukan perlawanan dan meminta bantuan dari petugas tiket lainnya di Terminal Kp. Rambutan. Akibatnya, Supriyadi berusaha melarikan diri menuju pos polisi (Pospol) Terminal Kp. Rambutan karena dikejar oleh Teguh.
Baca juga : Christina Aryani, Wakil Menteri KP2MI yang Gemar Berkebun di Sela Kesibukan
Setibanya di Pospol, Ipda Saepudin, Kapolsubsektor yang sedang bertugas, segera mengamankan kedua individu tersebut.
Kasus ini berhasil diselesaikan secara damai melalui proses mediasi yang dipimpin oleh Kapolsek Ciracas, Kompol Rohmad S. S.H., M.H., didampingi oleh Ipda Sefudin dan Iptu Tony Horison, S.H.
Sebagai akibat dari insiden ini, Teguh mengalami luka pada bagian wajah, khususnya di area bibir dan mulut. Kopka Supriyadi kemudian diamankan oleh personel POM AL, yaitu Peltu Priyo dan Sdr. Markus Nainggolan dari Intel POM AL.













