Pesan Kombes Pol. Dr. Arman Muis, Perbanyak Sedekah di Bulan Ramadhan

IMG 20260225 WA0001
Kepala BP3MI Jakarta, Kombes Pol. Dr. Arman Muis.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Bulan Ramadan bagi Kepala BP3MI Jakarta, Kombes Pol. Dr. Arman Muis, S.H., S.IK., M.M., M.H., bukan hanya sebagai bulan puasa semata, melainkan momentum penting untuk memperkuat spiritualitas dan integritas diri.

Setiap hari dimulai dengan rutinitas yang terstruktur dan penuh makna, sahur sebagai dasar energi untuk menjalani hari puasa, shalat Subuh yang dilaksanakan secara berjamaah untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama umat beragama, serta tilawah Al-Qur’an yang dilakukan sebelum memulai aktivitas kedinasan.

Selain itu, dalam bulan suci ini, ia juga secara aktif memperbanyak sedekah kepada yang membutuhkan, melakukan refleksi diri secara teratur, dan memastikan bahwa pelayanan yang diberikan kepada masyarakat tetap berjalan dengan optimal serta penuh nilai kemanusiaan.

Baca juga Program SMK Guru Global, BP3MI Jakarta Berangkatkan 60 CPMI ke Malaysia

Dalam hal konsumsi selama Ramadan, Kombes Arman Muis mengedepankan prinsip kesederhanaan dan kesegaran gizi. Sahur disiapkan dengan porsi cukup dan nutrisi yang seimbang agar tubuh memiliki daya tahan yang baik sepanjang hari. Saat berbuka puasa, ia selalu memulai dengan mengkonsumsi kurma dan air putih sesuai dengan sunnah, kemudian melanjutkan dengan makanan yang tidak berlebihan.

“Prinsip utamanya adalah menjaga kesehatan agar tetap dapat menjalankan amanah dan tanggung jawab dengan produktif, ” kata Dr. Amran.

Mengenai sahur atau berbuka bersama keluarga, menurutnya hal tersebut bukanlah sesuatu yang wajib secara formal, namun memiliki makna yang sangat penting dalam kehidupan keluarga. Jika tidak terdapat tugas kedinasan yang mendesak, ia selalu berusaha untuk melakukannya bersama keluarga.

Baca jugaBP3MI Sumut-Polres Batu Bara Gagalkan Keberangkatan 33 CPMI Ilegal ke Malaysia

“Momen kebersamaan ini tidak hanya mempererat ikatan kasih sayang antar anggota keluarga, tetapi juga menjadi sarana penguatan nilai-nilai keimanan yang dapat ditularkan dari satu generasi ke generasi berikutnya, ” ujarnya.

Dilihat dari perubahan rutinitas selama Ramadan, aktivitas yang cenderung berkurang adalah hal-hal yang kurang produktif dan tidak memberikan manfaat bagi diri maupun lingkungan sekitar. Sebaliknya, berbagai aktivitas yang bertambah adalah ibadah yang dilakukan secara lebih intensif, silaturahmi yang diperluas kepada teman, saudara, dan masyarakat, serta waktu untuk refleksi diri yang lebih sering dilakukan.

Bagi Kombes Arman Muis, Ramadan bukan hanya menjadi bulan untuk menahan haus dan lapar, tetapi juga berperan sebagai madrasah kepemimpinan yang efektif dan tempat untuk melatih pengendalian diri yang kuat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *