KPK Akan Mendalami Dugaan Gratifikasi Pemberian Jet Pribadi untuk Menteri Agama Nasaruddin Umar

image 2025 04 27 232209331
Menteri Agama, Nasaruddin Umar.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Dugaan gratifikasi berupa pemberian fasilitas bepergian dengan jet pribadi kepada Menteri Agama, Nasaruddin Umar dari Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO) telah viral di media sosial dan akan menjadi perhatian mendalam dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Ketua KPK, Setyo Budiyanto menyampaikan pada Rabu (18/2/2026) di Gedung Juang KPK Jakarta, bahwa langkah awal yang akan dilakukan lembaga tersebut adalah mengumpulkan informasi dari sumber terbuka, khususnya dari media massa. Tujuan dari langkah ini adalah untuk menentukan apakah penerimaan fasilitas tersebut termasuk dalam kategori gratifikasi atau tidak.

“Kita akan melihat dan memastikan terlebih dahulu, apakah ada sisi-sisi yang berkaitan dengan penyalahgunaan kekuasaan atau kewenangan jabatannya,” jelas Setyo.

Menurutnya, KPK tidak dapat langsung menjustifikasi bahwa penerimaan fasilitas oleh Menag dari OSO merupakan hal yang salah tanpa melalui proses yang sesuai. Proses tersebut akan menjadi dasar untuk menentukan apakah kasus ini perlu ditindaklanjuti atau tidak.

Baca juga : Lewat Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Tanggal 19 Februari 2026

Setyo juga berharap Menteri Agama dapat merespons informasi yang beredar di masyarakat secara mandiri. “Syukur-syukur kalau kemudian sudah merespons, bisa mempertanggungjawabkan tanpa harus diundang atau dipanggil,” ucapnya.

Sebelumnya, pada tanggal 16 Februari 2026, informasi mengenai kunjungan Menteri Agama dengan menggunakan jet pribadi ramai diperbincangkan di platform media sosial X. Pada hari yang sama, Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama Thobib Al Asyhar memberikan klarifikasi bahwa penggunaan jet pribadi tersebut terjadi saat Menag mengunjungi Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, pada 15 Februari 2026.

Thobib menjelaskan bahwa jet pribadi tersebut merupakan milik Oesman Sapta Odang, yang meminjamkannya kepada Menag dengan alasan efisiensi waktu.

“Pak OSO secara khusus mengundang dan berharap Balai Sarkiah diresmikan Menag. Pak OSO juga yang berinisiatif siapkan jet pribadi agar Menag bisa hadir di tengah agenda yang padat,” ujarnya dalam keterangan resmi pada laman resmi Kementerian Agama pada Senin (16/2/2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *