Waspada Banjir Rob, BPBD DKI Jakarta Keluarkan Peringatan Dini

IMG 20260128 WA0001
BPBD Himbau kepada warga pesisir terkait rob.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengeluarkan peringatan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir (rob) yang diperkirakan akan terjadi mulai hari ini hingga 16 Februari 2026. Peringatan ini menyusul laporan dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok mengenai fenomena pasang maksimum air laut yang bersamaan dengan Fase Bulan Baru.

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, menjelaskan bahwa kombinasi kedua fenomena alam ini berpotensi memicu kenaikan signifikan pada tinggi muka air laut di sepanjang wilayah pesisir utara Jakarta. Puncak pasang maksimum diprediksi terjadi antara pukul 05.00 hingga 10.00 WIB setiap harinya selama periode tersebut.

Beberapa wilayah yang diperkirakan akan terdampak meliputi Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, hingga kawasan Kepulauan Seribu. Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di wilayah-wilayah ini diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

“Masyarakat pesisir perlu meningkatkan kesiapsiagaan, karena durasi pasang tinggi bisa berlangsung beberapa hari berturut-turut,” ujar Isnawa Adji, Kamis (12/2/2026).

Baca juga : Pemerintah Pastikan Tarif Iuran BPJS Kesehatan Tetap Stabil pada tahun 2026

Ia juga menambahkan bahwa perubahan kondisi cuaca dan dinamika air laut dapat terjadi dengan cepat dan sulit diprediksi. BPBD DKI Jakarta mengimbau warga untuk menghindari aktivitas di daerah pesisir yang berisiko terkena banjir rob, terutama pada saat puncak pasang. Selain itu, masyarakat juga diminta untuk memastikan sistem drainase di sekitar rumah berfungsi dengan baik guna mencegah terjadinya genangan air.

Untuk memantau informasi resmi dan mendapatkan perkembangan terkini, masyarakat dapat mengakses kanal digital pemerintah seperti situs Peringatan Dini Gelombang Pasang di bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut, aplikasi JAKI untuk melaporkan genangan, serta situs pantaubanjir.jakarta.go.id untuk memperoleh pembaruan kondisi secara real time.

“Layanan darurat gratis 112 juga telah disiapkan pemerintah untuk merespons situasi darurat dan laporan masyarakat yang membutuhkan pertolongan,” pungkas Isnawa. Dengan langkah-langkah antisipasi dan kewaspadaan yang ditingkatkan, diharapkan dampak negatif dari banjir rob dapat diminimalkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *