Satusuaraexpress.co | Jakarta — Sebanyak 1.300 sopir truk sampah telah berpartisipasi dalam Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diselenggarakan oleh Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Timur di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat. Kegiatan pemeriksaan yang dilakukan secara bertahap ditargetkan akan rampung dalam jangka waktu 10 hingga 13 hari ke depan.
Rangkaian pemeriksaan yang diberikan sangat komprehensif, mulai dari pengukuran dasar seperti berat badan, tinggi badan, lingkar perut, dan tekanan darah, hingga pengecekan gula darah sewaktu. Selain itu, juga dilakukan pemeriksaan gigi sederhana, pemeriksaan fungsi mata dan telinga, serta skrining Tuberkulosis (TBC) melalui pengambilan sampel dahak.
Kepala Sudin Kesehatan Jakarta Timur, Herwin Meifendy mengatakan pemeriksaan kesehatan dilaksanakan secara bergiliran dengan target sekitar 100 sopir setiap hari.
“Kami mengerahkan dua tim yang terdiri dari 10 tenaga kesehatan untuk memberikan layanan ini,” ujarnya, Senin (22/12/2025).
Baca juga : Kantor Imigrasi Jakarta Selatan Deportasi 172 WNA Tahun 2025, mayoritas Asal China dan Penipuan Terkait
Kegiatan ini sendiri merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang menginginkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh terhadap seluruh sopir truk sampah. Langkah ini diambil setelah terjadi kasus dua sopir truk yang meninggal dunia saat bertugas di TPST Bantar Gebang.
Herwin menjelaskan bahwa tujuan utama pemeriksaan kesehatan ini adalah untuk menjaga stamina para sopir dan mendeteksi dini penyakit, terutama penyakit komorbid, sehingga tidak terjadi kelelahan berlebihan saat bekerja. Selain pemeriksaan, sopir yang berpartisipasi juga mendapatkan vitamin, obat sesuai dengan keluhan yang diajukan, serta makanan ringan dan minuman.
“Jika hasil skrining menunjukkan perlunya penanganan lanjutan, kami siap melakukan rujukan ke rumah sakit. Namun, sejauh ini belum ditemukan sopir dengan kondisi sakit berat,” terangnya.
Baca juga : Mobil MBG Tabrak Siswa SD yang Sedang Belajar di Lapangan Upacara SDN 01 Kalibaru
Sementara itu, salah seorang sopir truk sampah, Walimukti (36), dari Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, mengaku sangat senang dengan adanya skrining kesehatan tersebut. Menurutnya, ini adalah pertama kalinya ia menjalani pemeriksaan kesehatan di TPST Bantar Gebang.
“Alhamdulillah hasilnya baik, tidak ada penyakit. Tadi darah dan dahak juga diambil untuk dicek,” ungkapnya.
Walimukti berharap bahwa pemeriksaan kesehatan rutin dapat terus dilakukan agar kondisi kesehatan para sopir selalu terpantau.
“Kalau tidak sakit biasanya jarang periksa. Melalui kegiatan seperti ini jadi lebih peduli kesehatan,” tandasnya.













