Satusuaraexpress.co | DIY — Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tengah bersiap menjadi salah satu percontohan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Indonesia. Dengan alokasi anggaran pembangunan sebesar Rp 22 miliar, progres pembangunan konstruksi fisik KNMP Bantul telah mencapai 55 persen dan menjadi yang tercepat nomor tiga secara nasional.
Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi, Sosial dan Budaya KKP, Trian Yunanda mengatakan pihaknya hadir untuk mensosialisasikan program Presiden yang bertujuan untuk membangun ekonomi Indonesia langsung dari desa.
“Presiden Republik Indonesia memiliki visi yang jelas yakni membangun Indonesia dari desa, bukan lagi dari gedung-gedung megah di pusat kota. Hal ini diwujudkan melalui penyediaan sarana dan prasarana produktif di desa-desa, seperti yang saat ini dibangun di Kampung Nelayan Merah Putih, ” kata Trian, Sabtu (22/11/2025).
Baca juga : Warga Desa Benjot Geruduk Kantor Desa, Protes Dugaan Penyalahgunaan Dana BUMDes
Trian menyebut Kampung Nelayan Merah Putih ini dirancang sebagai model awal dari 100 kampung nelayan yang akan dibangun di tahun 2025. Dari total 100 kampung Nelayan, baru terealisasi 65 kampung nelayan dan ditargetkan selesai pada 31 Desember.
“Setelah serah terima, fasilitas akan segera dimanfaatkan. Pada tahun 2026, pemerintah berencana membangun 1000 kampung nelayan serupa di seluruh Indonesia, sebagai wujud komitmen untuk membangun dari desa sesuai dengan visi-misi Presiden Prabowo, ” ujarnya.
Baca juga : Lapas Narkotika Jakarta Gagalkan Upaya Penyelundupan Narkoba dalam Sehari
“Tidak hanya itu, sarana dan prasarana yang disiapkan sangat lengkap, meliputi pabrik es, cold storage, dan bengkel mesin. Para nelayan akan dilatih untuk mengoperasikan dan memelihara fasilitas ini, termasuk pelatihan mesin motor tempel. Pemerintah telah memberikan 20 motor tempel sebagai modal awal, yang diharapkan dapat digunakan secara bergilir dan bertanggung jawab oleh seluruh nelayan, ” imbuhnya.
Inspirasi dari Papua
Model Kampung Nelayan Merah Putih ini terinspirasi dari keberhasilan program serupa di Biak, Papua. Di sana, masyarakat telah mampu mengirimkan kontainer berisi hasil laut ke Semarang setiap bulan.
“Itu membuktikan bahwa pembangunan dari desa dapat memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Untuk itu saya mengajak masyarakat Jawa agar lebih berdaya dan maju, mencontoh kesuksesan yang telah diraih oleh masyarakat Papua, ” tuturnya.













