Satusuaraexpress.co | Karo – Pembangunan patung Presiden ke-7 RI Joko Widodo oleh warga Liang Melas Datas (LMD), Kabupaten Karo, Sumatra Utara, kini sudah selesai seratus persen.
Patung Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) didirikan oleh masyarakat secara swadaya di kawasan perbukitan Desa Kuta Mbelin, Kecamatan Lau Baleng, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Patung ini diberi nama “Juma Jokowi”.
Patung Juma Jokowi dibangun dengan total anggaran sebesar Rp 2,5 miliar yang berasal dari swadaya masyarakat serta sejumlah donatur.
Baca juga : Tolak Rekaman 30 Persen, pengemudi Ojol Se-Indonesia Akan Demo dan Matikan Aplikasi Selama Satu Hari
Dari jumlah tersebut, Rp 500 juta merupakan sumbangan dari Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, yang juga merupakan menantu Presiden Jokowi.
“Saya hadir di sini mewakili keluarga, dan tadi ketua panitia menjelaskan kekurangan dana, menanggapi ini saya beserta teman-teman memberikan oleh-oleh untuk membantu sebanyak Rp 500 juta, ” ujar Bobby.
Sementara, Kepala Desa Kuta Mbelin, Efranda Kembaren, menyampaikan bahwa pembangunan patung telah selesai secara keseluruhan, meskipun area sekitarnya masih dalam proses penyempurnaan.
“Ya, kalau untuk patung Pak Jokowi sudah 100 persen, namun areanya 75 persen,” kata Efranda
“Ini Juma Jokowi menjadi ikon kita di LMD, Bang, dan pengingat akan kebaikan Bapak Jokowi,” imbuhnya.
Terkait kunjungan Jokowi ke wilayah LMD baru-baru ini, Efranda mengaku bahagia meskipun Jokowi tidak sempat mengunjungi langsung lokasi patung Juma Jokowi.
Diketahui Jokowi mendatangi Desa Liang Melas Datas pada Jumat siang.
Baca juga : Ditsiber Polda Metro Jaya Tangkap Pelaku Penipuan Lewat WhatsApp, Korban Rugi Rp261 Juta
“Kami senang, Bang, Pak Jokowi kembali hadir di LMD, walau beliau enggak sempat lihat patungnya langsung,” ucapnya.
Kedatangan Jokowi ke Liang Melas Datas sendiri tidak berkaitan langsung dengan peresmian patung.
Menurut Efranda, kunjungan tersebut hanya untuk bertemu warga dan para petani jeruk.
“Enggak, Bang (bukan peresmian Juma Jokowi). Hanya pertemuan dengan masyarakat dan petani jeruk,” ujar Efranda.













