Wisatawan Keluhkan Bau Pesing di Kawasan Malioboro, Walikota Wacanakan Penggunaan Pampers

malioboro profile1646134132 scaled
Ilustrasi.

Satusuaraexpress.co | Yogyakarta – Bau pesing menyeruak di kawasan Malioboro hingga mengundang keluhan dari masyarakat.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo kini mewacanakan penggunaan popok atau pampers untuk kuda penarik andong yang beroperasi di kawasan tersebut.

Bau pesing tersebut sempat diduga berasal dari kuda atau manusia karena tercium saat libur Lebaran. Namun setelah ditelusuri, bau berasal dari kencing kuda andong yang berada di Malioboro.

Baca juga : Kejagung Tetapkan Tersangka Ketua PN Jaksel Terkait Kasus Polisi Tembak Laskar FPI

“Saya sudah bilang sama dinas, sama UPT Malioboro, ini ‘pampers’-nya kuda harus diperbaiki. Saya mikirkan bagaimana ‘pampers’ kuda andong di Malioboro, ini penting ternyata,” ujar Hasto, Senin (14/4/2025).

Menurutnya, kuda andong di Malioboro memang dilengkapi wadah kotoran, namun belum mampu menampung air kencing kuda yang kerap meluber di jalan.

Sementara, Kepala UPT Malioboro, Ekwanto, mengatakan kemungkinan bau yang dikeluhkan wisatawan berasal dari dua sumber.

Baca juga : Aturan Baru BPN, Harta Warisan Tidak Ditempati Dalam Jangka Waktu Tertentu Akan Diambil Alih Negara

“Kalau pesing di cowakan (tempat parkir andong) itu mungkin andong, tapi andong juga sudah, SOP-nya itu ketika andong pipis langsung disiram, bahkan kami minta untuk diparfum,” ungkap Ekwanto saat dihubungi, siang ini.

“Kemungkinan ada juga orang-orang yang ODGJ dan sebagainya yang kadang-kadang tanpa sepengetahuan kita nyuri-nyuri pipis di situ. Bisa jadi salah satunya seperti itu,” sambungnya.

Meski begitu, Ekwanto sedikit menyangsikan jika sumber bau yang dikeluhkan wisatawan berasal dari andong. Pasalnya, UPT Malioboro sudah memiliki SOP yang sudah disepakati oleh kelompok andong.

“Kalau andong memang sudah ada SOP dari kami, misalnya (kuda) BAB di jalan itu yang membersihkan (kusir) yang di belakangnya itu sudah otomatis. Kan ndak mungkin dia bawa penumpang jalan, terus (kudanya) BAB, terus berhenti, otomatis yang di belakangnya secara sukarela membersihkan kotoran,” ujarnya.

Baca juga : Menyejukkan, Momen Presiden Prabowo Bertemu Megawati Empat Mata Selama 1,5 Jam

“Oh ada sanksinya, dari mereka sendiri, (sanksinya) tidak boleh melewati Malioboro, itu kesepakatan mereka sendiri, sanksi sosial lah,” imbuh Ekwanto.

Sedangkan untuk keluhan bau pesing di pedestrian, kata Ekwanto, pihaknya sudah secara rutin melakukan penyemprotan di pedestrian. Terkait keluhan ini, ia mengaku akan melakukan evaluasi lebih lanjut.

“Kita evaluasi lagi di area sekitar situ, menjadi fokus perhatian kami dan temen-temen kebersihan. Juga kan kita ada penyemprotan seminggu dua kali, kalau ndak sudah luar biasa baunya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *