Ilmuwan Universitas California Klaim Temukan Warna Baru Bernama “Olo”

ad989222d3e389438e3e7fc6081cc353
Ilustrasi

Satusuaraexpress.co | Jakarta – Para ilmuwan dari Universitas California, Berkeley, Amerika Serikat, mengklaim telah menemukan warna baru yang belum pernah dilihat oleh manusia sebelumnya.

Warna ini diberi nama “olo’, dan hanya bisa dilihat melalui alat eksperimen canggih bernama Oz Vision. Nama “olo” berasal dari kode biner 010, mewakili aktivasi sel M.

Warna olo digambarkan sebagai biru kehijauan dengan tingkat kejenuhan yang sangat tinggi dan tidak mungkin terlihat secara alami oleh mata manusia. Hingga kini, hanya lima orang, yakni para peneliti dari UC Berkeley dan University of Washington yang baru melihatnya.

Baca juga : Amerika Serikat Soroti Pasar Mangga Dua Marak Barang Bajakan

Para peneliti menyebut, penemuan ini bisa membuka jalan untuk memahami lebih jauh kemampuan otak dalam memproses warna, dan bahkan memberi harapan baru bagi pengembangan teknologi bagi penderita buta warna.

Meski demikian, sejumlah ahli masih memperdebatkan apakah olo benar-benar bisa disebut warna baru, atau hanya variasi dari warna yang sudah ada. Namun, mereka sepakat bahwa ini adalah terobosan besar dalam ilmu penglihatan dan teknologi visual.

Profesor Ren Ng, salah satu peneliti, menyebut olo sebagai warna biru kehijauan yang paling intens di dunia. Bayangkan perpaduan antara warna merak dan lautan dalam, tapi dengan saturasi yang lebih kaya dari apa pun yang bisa dilihat mata manusia dalam kondisi normal.

Baca juga : Banyak Pekerja Migran Nonprosedural Meninggal di Kamboja-Myanmar, Menteri Karding: Hati-hati Terima Tawaran Kerja Lewat Medsos

“Bisa dibilang seperti teal, atau hijau-merak,” kata Ren Ng. “Tapi lebih dari itu, karena saturasinya. Sangat memikat,” Katanya, melansir USA Today.

Namun, jangan berharap bisa mengecat kamar tidur dengan olo atau menemukan baju dengan warna ini. Warna olo tidak muncul dalam cahaya biasa. Warna ini hanya bisa “dimunculkan” dengan merangsang sel kerucut M di retina, tanpa menyentuh dua jenis sel lainnya, S dan L. Dalam penglihatan normal, ini tidak mungkin terjadi secara alami.

Untuk menampilkan olo, para peneliti menggunakan teknologi laser yang bisa mengontrol respons hingga 1.000 fotoreseptor di mata secara individual. Saat hanya sel M yang aktif, otak menerima sinyal warna yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

Baca juga : Tokoh Pemuda Jakbar Umar Abdul Aziz Gelar Halal bi Halal Dikediamannya

Dari lima orang yang mengalaminya, semua setuju bahwa olo tidak bisa disamakan dengan warna yang ada. Saat diminta mencocokkan warnanya, mereka hanya bisa mendekati dengan warna teal biasa, yang sebenarnya jauh dari intensitas warna asli olo.

Meski terlihat seperti eksperimen artistik, riset ini punya implikasi besar dalam dunia medis. Teknologi yang dikembangkan berpotensi membantu pengobatan buta warna, mendiagnosis penyakit retina, hingga memahami bagaimana otak mengolah informasi visual.

“Ini akan membuka banyak peluang penelitian lanjutan,” kata Hannah Doyle, mahasiswa doktoral yang terlibat dalam studi.

Rekannya, Profesor Austin Roorda, menambahkan bahwa teknologi ini bisa merevolusi pemetaan penglihatan dan meningkatkan koreksi gangguan penglihatan secara presisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *