Satusuaraexpress.co | Pontianak – Tiga siswa SMKN 4 Pontianak berhasil mencetak sejarah sebagai pelajar SMK pertama di Indonesia yang berhasil meluncurkan roket amatir yang menembus ketinggian lebih dari satu kilometer bernama Roket Nusantara. Mereka adalah Daris Cahyo Adi (17), Fathur Rahman (17), dan Abdul Aziz (18).
Selama program tersebut, dua mentor dari Tim Nanosat Surya Satellite-1 yang bernaung di bawah Departemen Space Technology PSN mendampingi Tim Mengangkasa.
Sebagai bagian dari tugas akhir program internship di PSN, sekaligus menjadi syarat kelulusan dari SMKN 4 Pontianak, Tim Mengangkasa mengembangkan Roket Nusantara dengan target ketinggian 900 meter menggunakan bahan bakar ANCP (Ammonium Nitrate Composite Propellant).
Baca juga : Polri Minta Masyarakat Tidak Takut Melapor Apabila Ada Ormas Meminta THR Lebaran
Roket Nusantara mereka kembangkan melalui program magang di perusahaan satelit swasta pertama di Indonesia, PT Pasifik Sateit Nusantara (PSN) sejak Oktober 2024. Setelah beberapa kali uji coba dan perbaikan, Roket Nusantara yang awalnya hanya mampu mencapai 76 meter berhasil meluncur sejauh lebih dari 1 kilometer dengan kecepatan subsonik 200 meter per detik. Roket tersebut adalah Roket Nusantara 0.5.
PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), perusahaan satelit swasta pertama di Indonesia mendorong generasi muda untuk turut berperan dalam mengembangkan industri antariksa di tanah air.
Baca juga : Dua Anggota TNI Penembak Anggota Polisi Ditangkap
Direktur Utama Pasifik Satelit Nusantara Adi Rahman Adiwoso mengharapkan, keberanian generasi penerus bangsa untuk terus melangkah maju melakukan berbagai inovasi guna membangun masa depan industri antariksa di Indonesia yang berkelanjutan.
Salah satu wujud komitmen PSN tersebut sukses membimbing Tim Mengangkasa, tiga pelajar dari SMKN 4 Pontianak, Kalimantan Barat, dalam mengembangkan dan meluncurkan roket amatir yang disebut “Roket Nusantara”, sehingga mampu mencatatkan rekor ketinggian satu kilometer.
“Sebagai pionir perusahaan satelit nasional, kami memiliki tanggung jawab untuk menyebarluaskan edukasi mengenai teknologi antariksa di Tanah Air, terutama bagi generasi muda,” ujar Adi Rahman.
Baca juga : Setelah Berjuang Melawan Sakit Stroke, Mat Solar Pemeran Bajaj Bajuri Wafat
Melalui langkah nyata tersebut, Adi yang juga Ketua Asosiasi Antariksa Indonesia itu optimistis akan semakin menarik banyak minat dan antusias generasi muda untuk mempelajari teknologi antariksa sehingga kedepannya Indonesia memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) unggul demi kemajuan industri antariksa nasional.
“Kami akan terus mengemban tanggung jawab ini untuk mendukung hadirnya generasi-generasi muda Tanah Air yang unggul dalam teknologi antariksa,” katanya.
Dengan keberhasilan Tim Mengangkasa dan sejalan dengan misi Asosiasi Antariksa Indonesia dalam mewujudkan kemajuan dan kemandirian antariksa nasional, tambahnya, pihaknya siap menjadi garda terdepan untuk keterbukaan akses informasi dan edukasi mengenai teknologi antariksa di Indonesia.
Baca juga : Eks Kapolres Ngada Resmi Berbaju Jeruk, Segini Kekayaannya
Adi Rahman menyatakan, pihaknya siap menjalin kolaborasi dengan sekolah-sekolah menengah kejuruan di Indonesia, perguruan tinggi, dan pemerintah untuk menciptakan proyek roket amatir dan pengembangan teknologi antariksa lainnya.
Dengan semakin banyaknya siswa berbakat yang berpartisipasi dalam proyek ini, maka akan semakin memperluas pengetahuan generasi muda Indonesia terhadap teknologi antariksa yang tentunya berpotensi semakin meningkatkan kapasitas dan kapabilitas industri antariksa nasional di masa mendatang.
Sementara itu Asisten Potensi Dirgantara (Aspotdirga) Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Muda TNI Palito Sitorus mengapresiasi keberhasilan Tim Mengangkasa meluncurkan roket amatir setelah melalui serangkaian uji coba di Air Weapon Range (AWR) Lumajang, Jawa Timur.
Baca juga : “Perubahan Aturan Tilang 2025: Kendaraan dengan STNK Mati Dua Tahun Akan Disita dan Data Dihapus
Pihaknya berharap kesuksesan Tim Mengangkasa memantik generasi muda lainnya berpartisipasi dalam pengembangan hingga peluncuran roket amatir di Indonesia.
“TNI AU siap berkolaborasi dengan menyediakan fasilitas untuk mendukung uji coba peluncuran roket amatir guna meningkatkan kemampuan Indonesia dalam pemanfaatan teknologi antariksa,” katanya.













