Jumat, Oktober 22, 2021
BerandaRagamKesehatanSatgas : Kepatuhan Prokes Rendah, Picu Naiknya Kasus Covid Hingga Saat Ini

Satgas : Kepatuhan Prokes Rendah, Picu Naiknya Kasus Covid Hingga Saat Ini

Satusuaraexpress.co – Indonesia mencatat penambahan kasus konfirmasi positif sebesar 54.517 orang. Peningkatan kasus juga diiringi dengan penurunan tingkat kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan. Data per Juli 2021 menunjukkan masih terdapat sekitar 30% Kelurahan/Desa dengan tingkat kepatuhan protokol kesehatan rendah.

“Kami biasa mengevaluasi kepatuhan itu mingguan, data real time. Kita bisa juga keluarkan data kepatuhan harian. Tapi untuk melihat lebih jelas agar data tidak terlalu granular, kita buat evaluasinya mingguan,”ujar Ketua Bidang Data dan IT Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah, Kamis (15/7/2021).

Berdasarkan data Satgas per 11 Juli 2021, dalam sepekan terakhir terdapat 95 (24,11%) dari 394 kabupaten/kota yang memiliki tingkat kepatuhan memakai masker kurang dari 75 %. Pada level kecamatan, terdapat 890 (26,20%) dari 3.397 kecamatan yang memiliki tingkat kepatuhan memakai masker kurang dari 75%. Pada level kelurahan/desa, terdapat 5.282 (26,57%) dari 19.880 kelurahan/desa yang memiliki tingkat kepatuhan memakai masker kurang dari 75%.

Sedangkan dalam satu pekan terakhir terdapat 112 (28.43%) dari 394 kabupaten/kota yang memiliki tingkat kepatuhan menjaga jarak kurang dari 75%. Pada level kecamatan, terdapat 1.043 (30.70 persen) dari 3.397 kecamatan yang tingkat kepatuhan menjaga jaraknya kurang dari 75%. Pada level kelurahan/desa, terdapat 5.710 (28,72%) dari 19.882 kelurahan/desa yang tingkat kepatuhan menjaga jaraknya kurang dari 75 persen.

“Secara nasional angka kepatuhan menjaga jarak kita lebih rendah dibandingkan kepatuhan memakai maskernya,”papar Dewi.

Baca Juga : Satgas Covid-19 : 20 Provinsi ini Tingkat Kepatuhan Prokes Masih Rendah

Hal yang sama juga terlihat dalam data di level provinsi selama pelaksanaan PPKM Darurat di 7 provinsi di Pulau Jawa dan Bali, tercatat di dashboard pemantauan aplikasi BLC untuk PPKM Mikro.
Ambil contoh di Provinsi DKI Jakarta. Hanya ada 46 kelurahan/desa yang patuh. Ini artinya, tingkat kepatuhan di level kecamatan hingga kelurahan dan desa hanya 20,72%. Demikian juga dengan kepatuhan menggunakan masker, kurang dari 75%. Kepatuhan menjaga jarak hanya tejadi di 127 kelurahan/desa atau sekitar 57,2%tingkat kepatuhannya.

Berdasarkan data di Provinsi DKI Jakarta, titik merah pada kolom menjaga jarak lebih banyak dibandingkan dengan titik merah pada kolom kepatuhan memakai masker.

“Di level provinsi, DKI Jakarta mencatat level kepatuhan menjaga jarak hanya 57,2 persen kelurahan, yang artinya tingkat kepatuhan menjaga jaraknya masih rendah,”imbuh Dewi.

Hal sama juga tampak di Provinsi Jawa Barat. Sebanyak 814 (23.86%) kelurahan/desa di Jawa Barat tingkat kepatuhan menggunakan maskernya rendah kurang dari 75%. Demikian juga dengan tingkat kepatuhan menjaga jarak. Sebanyak 1.017 (29,81%) kelurahan/desa memiliki kepatuhan menjaga jarak rendah (≤75 persen). Sedangkan di Jawa Tengah, 439 (23,55%) kelurahan/desa tingkat kepatuhan menggunakan maskernya juga rendah.

Hal yang sama juga terjadi pada tingkat kepatuhan menjaga jarak. 629 (33,74%) kelurahan/desa memiliki kepatuhan menjaga jarak kurang dari 75%.

Sementara di Daerah Istimewa Yogyakarta, kepatuhan menggunakan masker hanya mencapai 13,02 persen atau kurang dari 75%. Dewi mengatakan oni masih rendah, karena kepatuhan hanya terjadi di 50 kelurahan/desa. Demikian juga dengan tingkat kepatuhan menjaga jarak. 90 kelurahan/desa atau 23,44 persen tingkat kepatuhannya, yang kurang atau sama dengan 75%.
Di Jawa Timur kondisi juga tidak jauh berbeda.

Sebanyak 966 kelurahan/desa atau hanya 20,77 % tingkat kepatuhan menggunakan maskernya. Demikian juga tingkat kepatuhan menjaga jarak. 1.181 (25,40%) kelurahan/desa tingkat kepatuhannya juga kurang atau sama dengan 75 %.

Selanjutnya di Wilayah Provinsi Banten. Kepatuhan menggunakan masker juga rendah (≤75 persen). Hanya terjadi di 161 kelurahan/desa atau sekitar 27.19 persen. Sementara kepatuhan menjaga jarak hanya 34,45 persen atau hanya terjadi di 204 kelurahan/desa.

Dewi mengatakan di Bali, situasi malah lebih buruk lagi karena sebanyak 12 kelurahan/desa atau hanya 1,70 persen saja tingkat kepatuhannya dalam menggunakan masker. Ini rendah sekali (≤75 persen). Demikian juga tingkat kepatuhan menjaga jarak. Hanya 4,40% atau terjadi di 31 kelurahan/desa.

Pemantauan hingga level terkecil di posko kelurahan/desa (PPKM Mikro)ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam meningkatkan kewaspadaan dan kedisiplinan masyarakat sementara mutasi virus Covid-19 masih terus terjadi dengan kecepatan penularan lebih tinggi.

Tidak patuhnya menjalani protokol kesehatan terutama di permukiman bisa menjadi sumber penularan. Ini menjadi tugas kolektif pemerintah daerah dan masyarakat untuk memastikan pelaksanaan protokol kesehatan sampai tingkat terkecil di masyarakat dengan pemanfaatan posko pada level RT/RW.

“Ini memerlukan kolaborasi kita semua terutama di kalangan masyarakat. Masyarakat mesti bekerjasama dalam menerapkan dan meningkatkan kepatuhan protokol kesehatan di lingkungan manapun juga” kata Dewi.

Perkembangan Virus Corona


Most Popular