Satusuaraexpress.co | Bogor — Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meninjau langsung progres pembangunan Pasar Merdeka yang tengah bertransformasi mengusung konsep pasar bersih. Kehadirannya menegaskan komitmen pemerintah kota dalam menata wajah kawasan pusat kota sekaligus menghadirkan pasar rakyat yang nyaman, tertata, dan bernilai ganda bagi warga maupun pelaku usaha.
Pasar Merdeka merupakan rangkaian penataan pasar rakyat yang berjalan beriringan dengan keberhasilan pembangunan Pasar Jambu Dua dan Pasar Gembrong Sukasari. Dedie Rachim menuturkan, ketiga pasar ini menjadi bukti bahwa wajah perdagangan tradisional di Kota Bogor kini berbenah, tak sekadar menjadi tempat transaksi harian, melainkan berkembang menjadi ruang yang juga menyajikan sentra kuliner dan daya tarik tersendiri bagi masyarakat.
Penataan Pasar Merdeka sekaligus menjadi bagian dari penataan wilayah yang lebih luas, mencakup kawasan Bogor Tengah hingga Bogor Barat. Jangkauannya membentang dari Jalan Semeru, Simpang Mawar, Jalan MA Salmun, Jalan Merdeka, hingga Jalan Perintis Kemerdekaan, sebuah upaya menyeluruh untuk menyatukan tata ruang dan kenyamanan di jantung kota.
“Dalam waktu dekat bagi pedagang yang selama ini ada di penampungan sementara, pedagang kaki lima bisa masuk. Kapasitas tampung ada sekitar 450,” ujar Dedie, Minggu (9/8/2026).
Baca juga : Perkuat Tata Kelola Aset, Diskominfo Kabupaten Bogor Periksa Kendaraan Dinas
Nantinya, Pasar Merdeka akan menampung beragam lapak secara teratur: pasar basah yang menyediakan buah, sayur, daging, ikan, dan kebutuhan pangan segar lainnya, dipadukan dengan area khusus pedagang onderdil serta barang bekas atau loak. Tak hanya itu, penataan akan berlanjut ke kawasan luar bangunan, termasuk revitalisasi Jalan Merdeka yang selama ini menjadi pusat aktivitas pedagang loak, serta rencana pedestrianisasi di Jalan Manunggal dan Jalan MA Salmun guna memberi ruang aman dan nyaman bagi pejalan kaki.
Lebih jauh, Pemkot Bogor tengah mengkaji penyesuaian arus lalu lintas kawasan. “Jadi dari RSUD kalau ke Jembatan Merah tidak perlu belok lagi ke Mawar, tapi bisa lurus. Nah, ini sedang kita kaji, sehingga nanti Jalan Semeru yang tadinya mati suri, nanti Insyaallah akan bangkit lagi pelan-pelan, akan tertata lagi, dan nanti bisa mempersingkat waktu untuk sampai ke Jembatan Merah Stasiun Bogor,” papar Dedie.
Rencana ini diharapkan melancarkan pergerakan warga sekaligus menghidupkan kembali potensi jalanan yang sempat sepi aktivitas. Saat ini, progres fisik pembangunan Pasar Merdeka telah mencapai 90 persen.
Baca juga : Pembangunan Kota Bogor Kini Didukung Pembiayaan Kreatif, Tak Lagi Hanya Mengandalkan APBD
Martin Rustandi, Project Manager PT Firnie Alataz Malanihat selaku pelaksana pembangunan, memastikan area pasar dapat ditempati pedagang mulai awal September mendatang.
“Setelah pedagang masuk, baru kita akan melaksanakan pekerjaan yang di luar bangunan. Karena terkait sekarang semua lahan ini dipakai untuk tempat pedagang sementara,” jelasnya.
Bangunan Pasar Merdeka sendiri dirancang bertingkat, lengkap dengan fasilitas di lantai dasar, lantai satu, lantai dua, hingga lantai teratas atau rooftop. Mengusung konsep pasar bersih bertematik, pembagian zonasi disusun rapi agar pembeli mudah menjangkau barang yang dicari. Selain kebutuhan pangan segar, akan terdapat kelompok pedagang pisang, area khusus onderdil, dan barang loak.
“Lantai 2 kita khususkan untuk kuliner, dan lantai rooftop juga ada kafe dan ruang pertemuan,” tambah Martin.
Dengan selesainya pembangunan dan penataan menyeluruh, Pasar Merdeka diharapkan bukan hanya menjadi tempat berdagang yang layak dan bersih, melainkan juga menjadi penggerak baru aktivitas ekonomi warga, memperkuat wajah tertata Kota Bogor, serta menghadirkan kenyamanan yang setimpal bagi pembeli maupun penjual yang telah lama menantikan kehadirannya.













