Satusuaraexpress.co | Jakarta — Peristiwa kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Jalan Palmerah Utara III, RT 15/RW 08, Kelurahan Palmerah, Kecamatan Palmerah, Kota Jakarta Barat, pada Minggu (5/7) malam. Kobaran api yang membesar dengan cepat menghanguskan sejumlah bangunan tempat tinggal dan merenggut nyawa seorang warga lanjut usia.
Berdasarkan keterangan warga setempat, Rafi, peristiwa berawal dari munculnya asap dan api di salah satu rumah sebelum menjalar ke bangunan sekitarnya.
“Awalnya saya tidak tahu karena sedang berada di luar rumah, lalu mendapat telepon dari keluarga yang memberitahu adanya kebakaran. Awalnya terbakar rumah Pak Beni, kemudian api cepat menyebar hingga melalap lebih dari lima unit rumah,” ujarnya, ” Senin (6/7/2026).
Dari informasi yang beredar di lingkungan warga, diduga kebakaran bermula dari kelalaian saat memasak, di mana kompor dibiarkan tetap menyala tanpa pengawasan. Saat api mulai meluas, warga sekitar segera bergerak bersama untuk melakukan upaya pemadaman secara mandiri dengan menyiram air ke bagian yang terbakar, berharap dapat menahan laju kobaran sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Baca juga : Kualitas Udara di Sekitar TPA Jatiwaringin Capai Tingkat Berbahaya Akibat Kebakaran
Sementara itu, Kasie Operasi Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Syaiful Kahfi, menjelaskan bahwa laporan resmi diterima pihaknya pada pukul 18.31 WIB. Sebelumnya, asap tebal sudah terlihat membumbung tinggi mulai pukul 18.28 WIB, yang berasal dari lantai dua salah satu rumah warga. Sebanyak 20 unit kendaraan pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi secara bertahap.
“Petugas mulai melakukan operasi pemadaman efektif pada pukul 18.37 WIB. Api berhasil dikendalikan dan dilokalisir pada pukul 19.19 WIB, kemudian dilanjutkan proses pendinginan hingga seluruh operasi dinyatakan selesai pada pukul 20.18 WIB,” terang Syaiful.
Baca juga : Kebakaran di Permukiman Padat Krendang Barat: Percikan Api dari Kipas Gantung Hanguskan Puluhan Rumah
Kebakaran tersebut menghanguskan area seluas sekitar 10 x 12 meter persegi dan berdampak langsung bagi lima kepala keluarga dengan total 12 jiwa penghuni. Menurut penyelidikan awal dari petugas, penyebab kebakaran sementara diduga terjadi akibat hubungan arus pendek pada instalasi listrik bangunan.
Meskipun tidak ditemukan korban yang mengalami luka ringan maupun berat, peristiwa ini memakan korban jiwa. Seorang warga bernama Suratman, 81, meninggal dunia di lokasi kejadian. “Hingga operasi selesai, kami memastikan tidak ada korban luka, namun terdapat satu orang meninggal dunia akibat peristiwa ini,” tambah Syaiful.
Saat ini, warga yang rumahnya terbakar masih menempati tempat penampungan sementara dan menerima bantuan awal dari pihak kelurahan serta aparat setempat. Pihak berwenang terus melakukan pendataan kerugian dan memastikan keamanan lingkungan pasca-kebakaran.













