Satusuaraexpress.co | Bogor — Perkembangan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Bogor, khususnya di bidang kuliner, terus menunjukkan arah yang menggembirakan. Semangat dan antusiasme para pengusaha kecil terlihat nyata dari tingginya minat untuk menyewa los maupun kios di Pasar Jambu Dua, sebuah pasar rakyat modern yang kini menjadi pusat perhatian.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim didampingi Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin serta Sekretaris Daerah Denny Mulyadi turun langsung meninjau sekaligus berbelanja di pasar ini. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pertumbuhan ekonomi warga.
Pasar Jambu Dua kini hadir dengan fasilitas yang lengkap dan tertata rapi. Di lantai bawah tersedia area pasar basah yang menyediakan kebutuhan pokok, sedangkan lantai atas disulap menjadi sentra kuliner yang menawarkan beragam cita rasa khas dan hidangan lezat. Tempat ini didesain agar bersih, nyaman, dan aman bagi pedagang maupun pengunjung.
Antusiasme pelaku usaha tergambar jelas dari jumlah permintaan yang mencapai 811 orang, sementara ketersediaan los dan kios baru mencapai sekitar 600 unit. Kondisi ini membuat sebagian pelaku usaha harus bersabar menunggu giliran.
Baca juga : Pemkot Bogor Resmi Bongkar JPO Paledang, Ganti dengan Fasilitas Lebih Ramah Pejalan Kaki
Menurut Wali Kota Dedie Rachim, tingginya permintaan ini membuktikan bahwa masyarakat sangat ingin berusaha, dan Pasar Jambu Dua menjawab kebutuhan tersebut dengan menawarkan harga sewa yang sangat terjangkau.
“Artinya memang masyarakat ingin berusaha dengan harga kios yang terjangkau. Dan Pasar Jambu Dua mampu menghadirkan lokasi usaha yang harganya sangat terjangkau,” ujar Dedie.
Ia juga mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk turut mendukung dengan berwisata kuliner dan berbelanja di pasar ini, sekaligus mengajak warga agar terus berkunjung.
Baca juga : Sekda Kota Bogor Buka Kick Off Persiapan Evaluasi Pemerintahan Digital 2026
Kepada PT Bogor Artha Makmur (BAM) selaku mitra pengelola, Wali Kota berpesan agar setiap penyesuaian biaya sewa ke depan dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kondisi kestabilan pendapatan para pedagang. Langkah ini diharapkan agar keberadaan sentra kuliner tidak hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga penggerak utama ekonomi kerakyatan serta memperkuat posisi Kota Bogor sebagai kota gastronomi.
Sebagai bentuk dukungan, PT BAM memberikan kemudahan bagi para penyewa. Selama tiga bulan masa uji coba, biaya sewa kios hanya dikenakan sebesar Rp1 juta. Setelah periode tersebut, jika dibutuhkan, penambahan tempat usaha akan disesuaikan dengan ketersediaan. Tidak hanya itu, pengelola juga membantu mempromosikan usaha para pedagang melalui media sosial, didukung pula oleh peran media massa yang memperluas jangkauan informasi.
“Hampir 90 persen pengisi sentra kuliner ini adalah pelaku UMKM. Berkat informasi yang tersebar luas, pengunjung datang tidak hanya dari sekitar Kota Bogor, tetapi juga dari Jakarta, Jawa Tengah, dan daerah-daerah lainnya. Suasana semakin hidup dengan adanya fasilitas hiburan seperti photo booth, membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati suasana pasar, ” terang Dedie.
Baca juga : Rekrut 848 Anak, Upaya Pemkot Bogor Tekan Angka Putus Sekolah Lewat Pendidikan Nonformal
Sejak dua tahun lalu, Pasar Jambu Dua memang dirancang untuk menjadi pasar rakyat modern yang mampu mengangkat taraf hidup pedagang. Salah satu kisah nyata keberhasilan ini dialami oleh Apip, 29, pedagang tahu gejrot. Selama lebih dari empat tahun, ia berjualan menggunakan gerobak di badan jalan sekitar Alun-alun Kota Bogor, yang kerap membuatnya harus was-was dan menghindari petugas Satpol PP karena dianggap melanggar aturan.
Setelah mengetahui informasi melalui media sosial, Apip akhirnya memutuskan pindah ke Pasar Jambu Dua. Kini ia memiliki lapak tetap di sentra kuliner. “Lebih enak di sini, nyaman, tenang, enggak dikejar-kejar. Setiap hari dagangan juga habis dari buka sampai tutup,” ungkapnya dengan rasa syukur.
Perpindahan ini bukan sekadar berpindah tempat berjualan, melainkan langkah menuju keteraturan, kenyamanan, dan kepastian usaha. Keberadaan Pasar Jambu Dua membuktikan bahwa dengan fasilitas yang memadai dan dukungan yang tepat, para pelaku UMKM dapat terus tumbuh, berkembang, dan menjadi tulang punggung perekonomian Kota Bogor.













