Satusuaraexpress.co | Bogor — Pemerintah Kota Bogor secara resmi memulai proses penataan kawasan pintu masuk kota yang terletak di wilayah Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara. Langkah ini dilakukan segera setelah rangkaian penertiban terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang beroperasi tidak sesuai ketentuan di bawah jembatan tol perbatasan Kota Bogor dan Kabupaten Bogor dinyatakan selesai dilaksanakan.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa arah pembangunan kota kini tidak lagi hanya terpusat di wilayah pusat kota semata, melainkan juga telah diperluas hingga menjangkau kawasan perbatasan yang selama ini menjadi wajah pertama kota bagi warga yang datang dari luar wilayah.
“Pembangunan saat ini tidak selalu fokus di tengah Kota Bogor saja, tetapi juga sudah menyentuh perbatasan wilayah. Salah satunya adalah kawasan Cimahpar di Bogor Utara,” ujar Dedie, Kamis (25/6/2026).
Ia menambahkan, setelah tahap penertiban selesai dilakukan, pekerjaan penataan fisik kawasan akan segera dilanjutkan. Rencananya, Pemkot Bogor akan memperbaiki sistem drainase yang ada serta membangun taman batas kota guna meningkatkan keindahan dan fungsi lingkungan di titik strategis tersebut.
Baca juga : Sekda Kota Bogor Buka Kick Off Persiapan Evaluasi Pemerintahan Digital 2026
“Di samping itu, rencana pembangunan Jalan Lingkar Dalam 2 atau Ring Road 2 juga terus diupayakan kelanjutannya, dengan proses pembebasan lahan yang saat ini masih berjalan untuk mendukung kelancaran konektivitas antarwilaya, ” ujarnya.
Camat Bogor Utara, Riki Robiansah, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Wali Kota setelah meninjau kondisi lokasi bersama jajaran perangkat daerah terkait pada 10 Juni 2026 yang lalu.
“Sebagai langkah awal, sejumlah PKL yang berjualan di bawah jembatan tol telah ditertibkan. Selanjutnya, Pemkot Bogor melalui unsur wilayah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Dinas Perumahan dan Permukiman akan melakukan penataan kawasan secara lebih komprehensif dan terencana,” jelas Riki.
Baca juga : BPS Kota Bogor Mulai Sensus Ekonomi 2026, Pendataan Perdana Dilakukan ke Wali Kota
Dalam pelaksanaannya, penataan ini tidak hanya mengandalkan sumber daya pemerintah semata, tetapi juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Hal ini diharapkan dapat mempercepat perbaikan sekaligus menjamin keberlanjutan hasilnya.
“Selain melibatkan unsur Pemkot, kami juga akan menggalang pihak swasta melalui program CSR untuk melakukan intervensi. Dengan begitu, gerbang Kota Bogor, khususnya di wilayah Cimahpar yang berbatasan dengan Sukaraja, akan semakin tertata. Masyarakat yang melintas dari arah Sukaraja maupun Sentul akan disambut dengan lingkungan yang lebih indah dan nyaman,” tambahnya.
Selain bertujuan meningkatkan nilai estetika kawasan, penataan ini juga memiliki misi strategis untuk menciptakan lingkungan yang aman dan sejahtera bagi warga. Sebelumnya, di lokasi tersebut sempat terdeteksi adanya aktivitas penjualan obat-obatan terlarang, dan para pelakunya telah diamankan oleh aparat penegak hukum.
“Dengan penataan ini, kami berharap dapat mencegah munculnya gangguan serupa di masa mendatang, sehingga kawasan perbatasan menjadi lebih aman, tertib, dan asri,” tegas Riki.
Ia pun mengajak seluruh warga sekitar dan pengguna jalan untuk turut berperan aktif menjaga kebersihan serta memelihara lingkungan yang telah ditata agar manfaat dan keindahannya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh masyarakat.













