Kebakaran di Permukiman Padat Krendang Barat: Percikan Api dari Kipas Gantung Hanguskan Puluhan Rumah

IMG 20260529 WA0000
Kebakaran di Permukiman Padat Krendang Barat: Percikan Api dari Kipas Gantung Hanguskan Puluhan Rumah.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Suasana mencekam melanda permukiman padat penduduk di Gang 2, Jalan Krendang Barat, Kelurahan Tambora, Jakarta Barat, pada Kamis malam (28/5). Api yang diduga kuat bermula dari korsleting listrik pada sebuah kipas gantung di salah satu rumah kontrakan, dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan-bangunan sekitar yang sebagian besar terbuat dari material kayu, meninggalkan kerugian besar dan memaksa ratusan warga mengungsi.

Agus, warga berusia 48 tahun yang tinggal tepat di samping titik awal kebakaran dan menjadi saksi mata peristiwa itu, menceritakan detik-detik menegangkan itu. Saat itu, sekitar pukul 19.30 WIB atau sekira waktu salat Isya, perhatiannya tertuju pada kepulan asap tipis yang mulai muncul dari arah rumah kontrakan tetangganya.

Awalnya, asap itu tampak tidak berbahaya, mirip asap rokok yang mengepul pelan. Namun, ketenangan itu segera berubah menjadi kepanikan saat seorang anak tetangga berteriak keras, memberi tahu semua orang bahwa ada sesuatu yang tidak beres di bagian atas bangunan tersebut.

“Awal kita melihat awal asap dulu nih. Pas dari asap, anak si mbak ini (tetangganya) nih teriak,” kenang Agus.

Baca jugaKebakaran Terjadi di Tanjung Priok, Empat Orang Lansia Tewas

Tak lama setelah asap itu terlihat, muncul percikan api kecil yang diduga berasal dari kipas gantung yang terpasang di ruangan itu. Menurut dugaan Agus, alat elektronik tersebut mengalami korsleting atau arus pendek listrik, kemungkinan karena kepanasan. Nasib malang menimpa saat itu, penghuni rumah kontrakan tersebut sedang tidak berada di tempat, sehingga tidak ada yang segera menyadari atau memadamkan api di tahap awal.

Kondisi bangunan yang didominasi oleh bahan kayu menjadi bahan bakar yang sangat mudah terbakar. Percikan api kecil itu dengan ganas menjalar ke sana ke mari, naik ke bagian atas bangunan, dan menyambar setiap sudut yang terbuat dari kayu.

Dalam waktu yang sangat singkat, api yang tadinya hanya berupa titik kecil itu membesar hebat, menyala terang, dan membeludak ke luar bangunan, menjalar cepat ke rumah-rumah tetangga yang berjejer rapat dan berdekatan satu sama lain.

“Awal asap kayak asap rokok lah. Nah, baru tuh timbul percikan api. Naik tuh dia, apinya ke kayu-kayu, merembet. Sudah apinya keluar tuh langsung membeludak,” jelas Agus menggambarkan betapa cepatnya api berkembang.

Baca juga Kebakaran Melanda Kawasan Pergudangan Miami: Ratusan Petugas Berjuang Jinakkan Kobaran Api

Melihat api sudah tidak bisa dikendalikan dan makin membesar, Agus langsung bertindak sigap demi keselamatan keluarga. Ia segera membangunkan mertuanya dan membawa lari ketiga anaknya menjauh dari jangkauan api. Di tengah kepanikan dan waktu yang sangat terbatas, ia hanya sempat menyelamatkan barang-barang yang dianggap paling berharga dan penting saja.

“Barang-barang cuma hanya surat-surat aja kita sama HP sudah. HP penting ya buat komunikasi sama surat-surat yang KK atau surat-surat penting yang kayak buku nikah gitu kan,” ungkapnya.

Beruntungnya, upaya penanganan kebakaran dilakukan dengan cepat oleh petugas pemadam kebakaran. Sebanyak 21 unit mobil pemadam kebakaran yang didukung oleh 105 personel dikerahkan ke lokasi dalam dua tahap penanganan.

Baca jugaPolisi Selidiki Kebakaran Rumah Anggota BPK Haerul Saleh, Ruang Kerja Lantai Empat Terbakar Parah

Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 20.56 WIB, dan proses pendinginan terus dilakukan hingga pukul 21.17 WIB untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang bisa menyala kembali.

Dari sisi keselamatan jiwa, kabar baik datang dari pihak kepolisian. Kapolsek Tambora, AKP Wahyu Hidayat, memastikan bahwa dalam peristiwa kebakaran hebat ini tidak ditemukan adanya korban jiwa maupun korban luka-luka. Meski demikian, dampak kerugian materiil cukup besar.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun, sebanyak 33 unit rumah warga terdampak dan rusak akibat amukan api. Akibatnya, sekitar 115 kepala keluarga atau ratusan warga kini kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman, menunggu langkah selanjutnya untuk memulihkan kembali kehidupan mereka yang sempat porak-poranda dalam sekejap itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *