Polisi Selidiki Kebakaran Rumah Anggota BPK Haerul Saleh, Ruang Kerja Lantai Empat Terbakar Parah

Screenshot 20260509 142744
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol I Putu Yuni Setiawan.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Peristiwa memilukan terjadi di Jalan Teratai, kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan pada Jumat sore. Sebuah rumah kediaman Haerul Saleh, anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dilanda kebakaran hebat yang merambat dengan cepat ke seluruh bagian bangunan.

Insiden ini berujung pada kehilangan nyawa Haerul Saleh, yang menjadi satu-satunya korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, sementara tiga orang lainnya yang berada di dalam rumah berhasil menyelamatkan diri dengan selamat.

Api yang berkobar tampak terlihat dari kejauhan, menghitamkan dinding dan struktur bangunan, terutama di bagian lantai empat tempat ruang kerja milik korban berada. Sesampainya di lokasi, aparat kepolisian dan tim pemadam kebakaran segera bergerak menanggulangi kobaran api dan melakukan evakuasi. Setelah api berhasil dipadamkan, terlihat jelas kerusakan yang sangat parah di ruang kerja tersebut.

Kapolres Jakarta Selatan, I Putu Yuni Setiawan, menuturkan bahwa hampir seluruh bagian ruangan itu telah luluh lantak disambar api.

“Ya sementara 80-an persenlah ya, bagian atas, tepatnya ruang kerja beliau. Sekitar 80 persen kerusakan terjadi di sana,” ungkap Putu kepada sejumlah wartawan yang mendatangi lokasi kejadian, Jumat (8/5/2026).

Baca jugaSatresnarkoba Polres Metro Jaksel Gagalkan Peredaran Ribuan Butir Ekstasi di Bekasi

Hingga sore hari, aparat kepolisian masih terlihat sibuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara mendalam di lantai empat dan seluruh bagian rumah yang terdampak. Petugas dengan teliti memeriksa setiap sudut, mengumpulkan barang bukti, serta mencatat jejak-jejak yang tersisa untuk mengungkap akar penyebab kebakaran yang menelan nyawa pejabat negara ini.

“Olah TKP masih terus dilaksanakan di atas. Dari hasil pemeriksaan lokasi nanti akan disesuaikan dengan keterangan para saksi, serta alat bukti dan barang bukti yang kami temukan. Semua itu akan saling melengkapi dan nanti bisa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi,” jelas Putu.

Berdasarkan keterangan sementara yang diperoleh penyidik, saat kebakaran terjadi, terdapat empat orang yang berada di dalam rumah. Tiga orang yang selamat diketahui merupakan asisten rumah tangga milik Haerul Saleh.

Menurut penuturan saksi, saat kejadian, tiga asisten tersebut berada di bagian bawah rumah, sementara korban berada di lantai empat bersama mereka bertiga sesaat sebelum api meluas, namun berhasil menyelamatkan diri.

Baca jugaPolres Metro Jakarta Selatan Gelar Aksi Bersih Bersih Masjid dan Pembagian Takjil

Kini, tim penyidik tengah menggali informasi selengkap mungkin dari ketiga asisten rumah tangga tersebut serta saksi-saksi lain yang mengetahui kondisi rumah dan kebiasaan korban. Salah satu hal utama yang sedang diselidiki adalah aktivitas apa yang sedang dilakukan Haerul Saleh sesaat sebelum kebakaran terjadi, serta alasan mengapa korban tidak dapat menyelamatkan diri seperti ketiga orang lainnya.

“Kami masih meminta keterangan rinci dari asisten-asisten dan saksi. Nanti semua keterangan itu akan dikumpulkan, lalu dicocokkan dengan apa yang kami temukan di lokasi kejadian,” ujar Putu lagi.

Pertanyaan besar yang kini menjadi fokus penyelidikan adalah faktor apa yang membuat Haerul Saleh terjebak dan meninggal dunia, sementara tiga orang lainnya mampu keluar dari bangunan dengan selamat.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung, dan belum dapat memastikan penyebab pasti kebakaran maupun rincian kronologi lengkap peristiwa tersebut.

Semua hasil olah TKP dan keterangan saksi akan disusun menjadi satu laporan utuh untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik kebakaran yang menimpa kediaman anggota lembaga pemeriksa keuangan negara ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *