Satusuaraexpress.co | Jakarta — Suara kepanikan dan asap tebal menyelimuti kawasan Jalan Agung Perkasa, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Selasa (13/5/2026). Sebuah rumah tinggal terbakar hebat sejak dini hari, meninggalkan duka mendalam setelah empat orang lansia dinyatakan meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.
Menurut penjelasan Kasiops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Utara, Gatot Sulaeman, api pertama kali terdeteksi berkobar dengan hebat pada pukul 05.05 WIB, meskipun tanda-tanda bahaya sebenarnya sudah terlihat satu jam sebelumnya.
Sekitar pukul 04.00 WIB, warga sekitar melihat gumpalan asap hitam mengepul dari lantai dua bangunan tersebut, yang segera menimbulkan kekhawatiran. Kabar itu dengan cepat tersebar dan dilaporkan kepada petugas keamanan setempat yang kemudian segera datang ke lokasi untuk melakukan upaya penanganan awal.
Menggunakan alat pemadam api ringan, mereka berusaha memadamkan api yang mulai merambat, namun kekuatan api semakin meluas dan tidak dapat dikendalikan, sehingga upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Baca juga : Kebakaran Melanda Kawasan Pergudangan Miami: Ratusan Petugas Berjuang Jinakkan Kobaran Api
Situasi semakin memburuk dan ancaman bahaya semakin nyata, sehingga petugas keamanan segera meminta bantuan ke Pos Pemadam Kebakaran Sunter Podomoro untuk penanganan lebih lanjut.
“Segera setelah menerima laporan, tim penanggulangan kebakaran bergerak cepat menuju lokasi dengan mengerahkan sembilan unit kendaraan pemadam dan didukung oleh 45 orang petugas yang terlatih, ” kata Gatot, Rabu (14/5/2026).
Ketika tiba di tempat kejadian, asap tebal masih memenuhi udara dan nyala api masih terus menjalar, menelan bagian-bagian bangunan rumah tersebut. Suara gemeretak kayu dan benda-benda yang terbakar bercampur dengan suara perintah petugas serta suara tangis dan teriakan warga yang merasa sedih dan cemas.
Dengan kesigapan dan kerja sama yang erat, para petugas mulai menyemprotkan air ke segala arah guna menahan perambatan api dan memadamkan sumber kebakaran, sekaligus berusaha mencari dan menyelamatkan orang-orang yang masih berada di dalam bangunan.
Baca juga : Kebakaran di Jagakarsa: Anggota BPK RI Haerul Saleh Meninggal Dunia
“Dari peristiwa tragis ini, tercatat empat orang meninggal dunia. Mereka adalah B (78), KB (77), PM (55), dan NP (50). Sementara itu, dua orang lainnya yang berhasil diselamatkan yakni L (22) dan E (27), keduanya mengalami guncangan batin yang parah akibat peristiwa yang menimpa keluarga dan tempat tinggal mereka dan segera mendapatkan pertolongan medis, ” ungkap Gatot.
Hingga saat ini, penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan, namun diduga kuat kebakaran terjadi akibat gangguan pada jaringan listrik yang memicu timbulnya api dan memulai peristiwa yang merugikan ini. Sisa-sisa bangunan yang hangus dan puing-puing yang berserakan menjadi bukti nyata betapa dahsyatnya api yang melanda, meninggalkan kenangan kelam serta kesedihan yang mendalam bagi seluruh keluarga korban dan masyarakat sekitar.













