Libur Panjang Mei 2026, KCIC Catat Lebih dari 95 Ribu Penumpang Gunakan Layanan Whoosh

IMG 20260520 WA0003
Libur Panjang Mei 2026, KCIC Catat Lebih dari 95 Ribu Penumpang Gunakan Layanan Whoosh.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Selama periode libur panjang atau long weekend yang berlangsung pada 13 hingga 17 Mei 2026, Kereta Cepat Whoosh kembali membuktikan posisinya sebagai salah satu moda transportasi favorit masyarakat Indonesia.

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat total sebanyak 95.001 penumpang telah memanfaatkan layanan kereta cepat ini dalam rentang waktu tersebut. Angka ini menjadi indikasi nyata akan tingginya antusiasme dan kepercayaan masyarakat terhadap Whoosh, khususnya untuk perjalanan di koridor Jakarta–Bandung yang menjadi salah satu rute tersibuk di Tanah Air.

General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menyampaikan bahwa secara keseluruhan operasional layanan Whoosh selama masa libur panjang berjalan dengan lancar dan tertib. Pihaknya juga mengamati adanya lonjakan mobilitas masyarakat yang cukup signifikan, terutama terjadi pada hari-hari awal dimulainya masa liburan serta saat arus perjalanan pulang kembali menuju Jakarta.

“Selama periode tersebut, rata-rata volume penumpang Whoosh mencapai sekitar 20 ribu penumpang per hari. Volume tertinggi terjadi pada 13 Mei 2026 dengan 21.601 penumpang, disusul 14 Mei 2026 sebanyak 20.595 penumpang,” ungkap Eva, Rabu (20/5/2026).

Baca jugaKCIC Tingkatkan Layanan Penunjang di Stasiun Whoosh Sambut Libur Panjang 14–17 Mei 2026

Ditinjau dari preferensi kelas layanan yang dipilih, mayoritas penumpang ternyata lebih memilih kenyamanan dan fasilitas dari Premium Economy Class. Tercatat sebanyak 87.951 penumpang atau setara dengan 92,6 persen dari total penumpang memilih kelas ini. Sementara itu, Business Class digunakan oleh 4.979 penumpang (sekitar 5,2 persen), dan First Class dipilih oleh 2.071 penumpang atau sekitar 2,2 persen dari total keseluruhan penumpang.

“Data ini menunjukkan bahwa penumpang cenderung mencari keseimbangan terbaik antara kenyamanan dan nilai manfaat yang ditawarkan oleh masing-masing kelas layanan, ” ujarnya.

Jika dilihat berdasarkan rute perjalanan, pola perjalanan masyarakat sangat jelas terlihat. Tiga rute dengan volume penumpang tertinggi didominasi oleh perjalanan antara Jakarta dan kawasan Bandung. Rute Halim–Padalarang menjadi yang terpadat dengan 33.399 penumpang atau sekitar 35,2 persen dari total volume.

Posisi kedua ditempati oleh rute sebaliknya, yakni Padalarang–Halim dengan 32.839 penumpang (sekitar 34,6 persen), disusul rute Halim–Tegalluar sebanyak 12.321 penumpang atau sekitar 13,0 persen. Secara menyeluruh, perjalanan pulang-pergi (PP) Halim–Padalarang menjadi rute paling dominan dengan total 66.238 penumpang, yang mencakup sekitar 69,7 persen dari seluruh perjalanan yang terjadi selama libur panjang tersebut.

Baca jugaKCIC Luncurkan HSR Training Batch V, Transfer Teknologi Kereta Cepat Mencapai 80 Persen

Selain perjalanan utama Jakarta–Bandung, data juga mencatat adanya pemanfaatan layanan untuk perjalanan jarak pendek antarkawasan di sepanjang jalur layanan Whoosh. Relasi Halim–Karawang PP tercatat membawa 2.132 penumpang, sedangkan rute Padalarang–Tegalluar PP digunakan oleh 402 penumpang.

“Hal ini menegaskan bahwa Whoosh tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antar kota besar, tetapi juga menjadi sarana mobilitas yang efektif bagi warga di wilayah-wilayah yang dilalui jalur kereta cepat ini, ” terang Eva.

Mayoritas perjalanan yang terjadi selama masa liburan ini dilakukan oleh masyarakat yang ingin memanfaatkan waktu luang untuk berkunjung ke Bandung dan sekitarnya. Beragam tujuan perjalanan tercatat, mulai dari berwisata, menikmati kuliner khas, berbelanja, hingga mengunjungi kerabat dan keluarga.

Baca jugaAda Pemindahan Kabel Saluran Udara Tegangan Tinggi, KCIC Sesuaikan Jadwal Perjalanan

Dominasi perjalanan menuju stasiun Padalarang dan Tegalluar menegaskan bahwa kawasan Bandung Raya tetap menjadi salah satu destinasi liburan paling diminati masyarakat, dan Whoosh menjadi sarana andalan untuk mencapainya dengan cepat dan nyaman.

Tidak berhenti di situ, KCIC juga dikabarkan telah mulai menyiapkan langkah-langkah strategis guna menghadapi periode libur panjang berikutnya yang akan berlangsung pada 27 Mei hingga 1 Juni 2026, demi memastikan kenyamanan dan kelancaran perjalanan masyarakat kembali terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *