Satusuaraexpress.co | Bekasi — Perusahaan penyedia layanan transportasi listrik, Green SM Indonesia, akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait insiden kecelakaan maut yang melibatkan salah satu unit kendaraannya dengan kereta api di wilayah perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).
Melalui unggahan di akun Instagram resminya, @id.greensm, pihak manajemen menyatakan bahwa mereka menaruh perhatian penuh atas kejadian tragis tersebut. Green SM Indonesia mengonfirmasi keterlibatan satu unit kendaraan operasional mereka dalam insiden yang mengguncang publik tersebut.
“Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang, serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung,” demikian bunyi pernyataan resmi yang dirilis perusahaan.
Dalam kesempatan yang sama, Green SM Indonesia kembali menegaskan komitmennya terhadap aspek keselamatan. Manajemen menekankan bahwa keselamatan penumpang dan masyarakat luas selalu menjadi prioritas utama dalam setiap aspek operasional mereka.
Baca juga : Tabrakan KA Jarak Jauh dan KRL di Stasiun Bekasi Timur: Suasana Mencekam dan Evakuasi Berlanjut
“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama kami. Kami berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan,” tulis pihak Green SM Indonesia.
Pihak perusahaan juga menyampaikan kesiapannya untuk memberikan informasi terbaru kepada publik seiring dengan tersedianya data dan fakta yang telah terverifikasi melalui proses penyelidikan resmi.
Update Data Korban
Berdasarkan informasi terbaru yang disampaikan oleh Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, dampak dari insiden ini sangat memilukan. Hingga berita ini diturunkan, tercatat sebanyak lima orang meninggal dunia.
Selain itu, terdapat sekitar tiga orang yang masih dalam pencarian karena terjebak, serta 79 orang lainnya yang mengalami luka-luka dan telah dievakuasi ke berbagai fasilitas kesehatan di wilayah Bekasi.
Baca juga : Argo Bromo Tabrak KRL, Diduga Dipicu Mobil Listrik Green SM Mogok
Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, juga memberikan tanggapan terkait penanganan di lokasi. Ia menyampaikan bahwa seluruh pihak telah bekerja maksimal dalam proses evakuasi dengan mengutamakan keselamatan dan pertolongan terhadap korban.
“Kami fokus pada upaya evakuasi dan penanganan korban dengan sekuat tenaga. Untuk penyebab kejadian, kami menyerahkannya kepada KNKT agar dapat ditelusuri secara lebih mendalam,” ujar Menhub.
Saat ini, seluruh mata publik tertuju pada hasil investigasi mendalam yang akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengungkap kronologi dan faktor penyebab sebenarnya dari kecelakaan tersebut.













