Argo Bromo Tabrak KRL, Diduga Dipicu Mobil Listrik Green SM Mogok

6db33777782f4cdb82cbe91bf5e2d38a
Argo Bromo Tabrak KRL, Diduga Dipicu Mobil Listrik Green SM Mogok.

Satusuaraexpress.co | Bekasi — Suasana yang biasanya ramai namun teratur di sekitar wilayah perkeretaapian Bekasi Timur tiba-tiba berubah menjadi suasana panik dan penuh keprihatinan. Tepat pada pukul 20.53 WIB, terjadi peristiwa nahas ketika kereta jarak jauh Argo Bromo bertabrakan dengan KRL Commuterline yang sedang berhenti tidak jauh dari kawasan stasiun tersebut.

Peristiwa ini mengguncang banyak pihak, dan dugaan awal menyebutkan bahwa penyebab utamanya adalah adanya mobil listrik Green SM yang mogok tepat di atas perlintasan sebidang, sehingga membuat jalur tidak dapat dilewati dan menghentikan perjalanan KRL sementara waktu.

Kisah peristiwa ini disampaikan langsung oleh salah satu penumpang yang selamat, Andi, berusia 42 tahun. Menurut pengamatannya, kereta yang ditumpanginya sudah berhenti sejak beberapa saat sebelumnya, tepatnya karena kendaraan roda empat itu tidak dapat bergerak dari tempatnya dan menghalangi jalur lintas.

Baca jugaKecelakaan Kereta Api di Kawasan Pasuruan, 3 Orang Meninggal

Penumpang di dalamnya sempat merasa gelisah namun belum membayangkan bahaya yang akan segera datang. Tanpa ada peringatan yang cukup waktu, dari arah belakang datanglah kereta jarak jauh itu, yang kemudian menabrak bagian belakang rangkaian KRL dengan kekuatan yang cukup besar.

“Kejadiannya begitu cepat, kereta jarak jauh menabrak kami di KRL,” ujar Andi dengan nada yang masih terasa terkejut.

Video terkait :

Bagian yang terkena dampak paling parah adalah gerbong paling belakang dari rangkaian KRL, yang merupakan ruang khusus bagi penumpang wanita. Informasi ini dikonfirmasi baik oleh Andi maupun saksi mata lain yang berada di lokasi.

Dari berbagai keterangan yang terkumpul, kekuatan tabrakan menyebabkan kerusakan fisik yang nyata pada bagian tersebut, dan menimbulkan banyak korban yang menderita cedera dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

Baca juga :

Tabrakan KA Jarak Jauh dan KRL di Stasiun Bekasi Timur: Suasana Mencekam dan Evakuasi Berlanjut

Sejumlah saksi juga menyampaikan dugaan yang memprihatinkan, menyebutkan bahwa jika ada korban jiwa yang timbul akibat kejadian ini, sebagian besar kemungkinan adalah penumpang wanita yang berada di gerbong tersebut.

Segera setelah terjadinya tabrakan, upaya penyelamatan dan evakuasi segera dijalankan secara terkoordinasi. Korban yang mengalami luka diangkut dari dalam rangkaian kereta dan dipindahkan ke lantai dua bangunan Stasiun Bekasi Timur sebagai tempat pengumpulan sementara, sebelum kemudian dibawa menuju rumah sakit terdekat guna mendapatkan perawatan medis yang dibutuhkan.

Suasana di lokasi dipenuhi dengan gerak cepat para petugas, campuran antara suara tangis, keluh kesah, dan perintah penyelamatan, serta sorotan lampu peralatan yang menerangi kegelapan malam.

Berbagai unsur pihak terlibat langsung dalam penanganan kejadian ini, mulai dari petugas keamanan stasiun, tim pemadam kebakaran, tenaga medis, anggota TNI dan Polri, hingga warga sekitar yang secara sukarela membantu. Mereka bekerja sama untuk membuka bagian rangkaian kereta yang rusak, mencari dan mengeluarkan orang-orang yang masih terjebak di dalamnya, serta memastikan setiap korban mendapatkan bantuan secepat mungkin.

Hingga laporan ini disusun, proses evakuasi masih berjalan terus-menerus, dan belum ada data resmi serta kepastian terkait jumlah pasti korban yang terluka maupun jumlah korban jiwa yang mungkin timbul akibat kecelakaan ini. Pihak berwenang terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui secara rinci alur peristiwa dan penyebab pasti di balik terjadinya peristiwa nahas tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *