Satusuaraexpress.co | Tangerang — Dompet Dhuafa kembali mengirimkan tim dalam misi Global Sumud Flotilla, dalam misi special ini ada beragam agenda salah satunya diplomasi melalui jalur politik. Kali ini sebanyak tiga orang delegasi Global Sumud Parliamentary Congress (GSPC) diberangkatkan melalui Bandara Soekarno-Hatta. Ketiga delegasi tersebut yakni Arif Rahmadi Haryono perwakilan Dompet Dhuafa, Prof. Sudarnoto perwakilan MUI dan Dr. Feri Amsari dari Pakar Politik Nasional.
Arif mengatakan, ia bersama dua delegasi lainnya berangkat menuju Brussel, Belgia, untuk menghadiri Global Sumud Parliamentary Congress. Keberangkatan ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan bagian tak terpisahkan dari gerakan besar Sumud Flotilla yang bertujuan utama menembus blokade yang selama ini menjerat rakyat Palestina, khususnya di Gaza.
Arif menjelaskan bahwa upaya membantu Gaza dilakukan melalui dua pendekatan yang saling menguatkan. Pertama adalah jalur kemanusiaan langsung, yakni melalui jalur laut yang telah dilaksanakan sebelumnya dengan mengirimkan kapal-kapal bantuan berisi logistik, obat-obatan, dan makanan. Jalur darat pun sedang dipersiapkan untuk segera diberangkatkan.
Baca juga : Dompet Dhuafa Sasar 1447 Motor Ojek Online Untuk Di Service Gratis
Kedua adalah jalur politik dan diplomasi. Pertemuan di Brussel inilah yang menjadi wujud dari jalur kedua ini. Tujuannya adalah mengumpulkan kekuatan dari berbagai negara untuk memberikan pesan kuat kepada dunia internasional agar menekan Israel agar segera membuka blokade.
“Jadi upaya untuk menembus blokade itu tidak hanya sekadar datang dengan berbagai moda transportasi, tapi juga perlu dukungan dan tekanan politik. Ini harus dilihat sebagai satu kesatuan dari Sumud Flotilla itu sendiri,” jelas Arif, Minggu (19/4/2026).
Tujuan utama kehadiran delegasi Indonesia di Brussel sangat jelas: menyusun policy brief dan menyuarakan desakan agar seluruh kepala negara di dunia turut andil mengakhiri pendudukan dan blokade. Hal ini sejalan dengan semangat Pembukaan UUD 1945 yang mengamanatkan Indonesia untuk turut mewujudkan perdamaian dunia dan memperjuangkan kemerdekaan setiap bangsa berdasarkan prinsip kemanusiaan dan keadilan.
“Tekanan politik ini sangat krusial agar bantuan kemanusiaan yang dikirim melalui jalur laut dan darat bisa masuk dengan aman tanpa halangan, tembakan, atau hambatan yang melanggar hukum humaniter internasional, ” ujarnya.
Baca juga : Dompet Dhuafa Hidupkan Suasana Tarawih Pasca Bencana Banjir Di Pidie Jaya
Sementara, Dr. Feri Amsari menambahkan pihaknya telah melaporkan terhadap kejahatan perang Israel dan pemimpinnya ke penegak hukum, memanfaatkan pasal yurisdiksi universal dalam KUHP baru.
“Hal ini menegaskan bahwa Indonesia bukanlah tempat yang aman bagi pelaku kejahatan terhadap kemanusiaan, bahkan jika mereka datang sekadar untuk berlibur, ” kata Feri.
Lembaga-lembaga kemanusiaan dan masyarakat sipil menegaskan komitmennya untuk terus mendukung gerakan ini. Dukungan donasi, doa, dan solidaritas rakyat Indonesia menjadi bukti nyata bahwa saudara-saudara di Gaza tidak pernah sendirian.
Dihadiri oleh ratusan partisipan dari hampir seluruh benua, Global Sumud Parliamentary Congress diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Indonesia di mata dunia serta memastikan bahwa perjuangan membebaskan Palestina dan menegakkan keadilan tidak akan pernah surut, hingga kemerdekaan dan hukum ditegakkan sepenuhnya.













