Kapal Tanker Pertamina Patra Niaga Sandar di Ampenan, Bawa 6.000 KL Energi untuk NTB

Screenshot 20260328 183138
Iran Respons Positif Permintaan RI agar Dua Kapal Tanker Pertamina Bisa Melintas Selat Hormuz dengan Aman.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Pelabuhan Ampenan, Nusa Tenggara Barat (NTB), kembali menjadi saksi penting dalam rantai distribusi energi nasional. Kapal tanker Transko Antasena milik Pertamina Patra Niaga baru saja bersandar dengan membawa misi besar: memperkuat ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan biodiesel di wilayah tersebut.

Kapal ini membawa total muatan yang mencapai 6.000 kiloliter (KL). Muatan tersebut terbagi menjadi dua jenis komoditas vital, yakni 3.000 KL BBM jenis Pertalite dan 3.000 KL biodiesel B40. Kedatangan pasokan ini sangat dinantikan karena akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas, menunjang sektor transportasi, hingga menggerakkan roda aktivitas industri di wilayah selatan Nusantara.

Lokasi Pelabuhan Ampenan memiliki posisi yang sangat strategis. Wilayah ini berfungsi sebagai salah satu simpul utama atau hub penyaluran energi di kawasan Nusa Tenggara. Dari terminal ini, ribuan kiloliter energi tersebut selanjutnya didistribusikan ke berbagai kabupaten dan kota di Pulau Lombok serta wilayah sekitarnya, guna menjamin kebutuhan ribuan konsumen setiap harinya tetap terpenuhi.

Peran Vital Armada Laut

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menegaskan bahwa armada laut memegang peranan kunci dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Hal ini menjadi sangat krusial mengingat Indonesia adalah negara kepulauan, di mana banyak wilayah yang sangat bergantung pada jalur distribusi maritim.

Baca juga :Diplomasi Pembebasan Dua Tanker Pertamina di Teluk Persia Masih Berjalan, Masuk Tahap Pembahasan Teknis

“Setiap kapal yang sandar di Ampenan memiliki peran strategis dalam memastikan energi tersedia secara tepat waktu dan merata. Melalui armada yang beroperasi secara rutin, Pertamina Patra Niaga menjaga kesinambungan distribusi BBM agar kebutuhan masyarakat di wilayah selatan Nusantara tetap terpenuhi,” ujar Roberth.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia memang sangat mengandalkan kapal tanker sebagai jembatan penghubung antara terminal suplai utama dengan daerah-daerah yang belum terjangkau jaringan pipa darat. Di NTB khususnya, jalur laut menjadi nadi utama yang memastikan keandalan pasokan energi tetap terjaga, terutama bagi pulau-pulau kecil yang bergantung sepenuhnya pada konektivitas maritim.

Komitmen Distribusi Tanpa Henti

Untuk memastikan pasokan tidak pernah putus, Pertamina Patra Niaga menjalankan operasional pengiriman dengan frekuensi yang sangat tinggi. Tercatat, terdapat lebih dari 30 voyage atau perjalanan kapal setiap bulannya yang dikhususkan untuk kawasan NTB.

Dengan frekuensi yang padat tersebut, distribusi energi dapat berjalan secara aman, efisien, dan berkelanjutan. Upaya ini bukan hanya sekadar menyalurkan bahan bakar, tetapi juga merupakan wujud dukungan nyata terhadap kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat dan pertumbuhan pembangunan daerah secara menyeluruh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *