Pemkot Jakarta Barat Gandeng PT KAS Terapkan Teknologi Pirolisis untuk Atasi Sampah

IMG 20260413 WA0000
Pemkot Jakarta Barat Gandeng PT KAS Terapkan Teknologi Pirolisis untuk Atasi Sampah.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Masalah penumpukan sampah menjadi salah satu tantangan utama yang terus dihadapi oleh wilayah perkotaan, tak terkecuali Jakarta Barat. Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kota Jakarta Barat mengambil langkah strategis dan inovatif dengan menjalin kerja sama bersama PT Kimia Alam Subur (KAS). Kolaborasi ini difokuskan pada penerapan teknologi pengolahan sampah modern berbasis waste to product melalui metode pirolisis.

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menegaskan bahwa teknologi ini dinilai sangat menjanjikan karena memiliki dua keunggulan utama, yaitu ramah lingkungan dan mampu mengubah sampah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Pernyataan ini disampaikan usai pelaksanaan audiensi dan presentasi teknologi yang berlangsung di kantor Wali Kota Jakarta Barat.

“Hari ini, kami baru saja audiensi dan bertukar pikiran terkait rencana penyelesaian masalah sampah secara kolaboratif. Tadi ada penawaran menarik dari PT Kimia Alam Subur (KAS) yang akan ditindaklanjuti,” ujar Iin, Senin (13/4/2026).

Menurutnya, konsep yang ditawarkan sangat baik karena mampu mereduksi volume sampah secara signifikan, hingga hanya menyisakan residu sekitar 10 persen. Jika diterapkan dengan tepat, Iin optimis masalah sampah di Jakarta Barat dapat teratasi dengan maksimal.

Baca jugaWalikota Jakarta Barat Iin Mutmainah Instruksikan Gerak Cepat: Sinergi Dishub, RT, dan Warga Atasi Lumpuhnya Lalin Akibat Banjir di Kembangan

Namun, dalam upaya mewujudkannya, Pemkot Jakarta Barat tidak akan terburu-buru. Serangkaian tahapan kajian mendalam akan dilakukan untuk memastikan keamanan dan kelayakan operasional. Langkah selanjutnya adalah melakukan survei untuk menentukan lokasi yang strategis serta melakukan analisis mendalam terkait dampak lingkungan sekitar.

“Kami akan melakukan kajian secara ilmiah dan menyusun strategi komunikasi kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman. Kita harus berhati-hati dan mengikuti tahapan yang ada agar tidak muncul persoalan baru di kemudian hari,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur PT Kimia Alam Subur, Hermawan Wibisono, memaparkan secara teknis bagaimana teknologi ini bekerja. Berbeda dengan metode pembakaran biasa, teknologi pirolisis ini bekerja menggunakan sistem indirect combustion atau tanpa pembakaran langsung.

“Suhunya bisa mencapai 400-700 derajat celcius, jadi tidak melakukan pembakaran secara langsung. Jadi melalui perambatan panas,” tegas Hermawan.

Baca jugaTak Kenal Lelah, Iin Mutmainnah Turun ke Lapangan Pastikan Keselamatan Warga Terdampak Cuaca Ekstrem

Prosesnya dimulai dengan memasukkan sampah, terutama sampah plastik, ke dalam ruang reaktor khusus (piroliser). Di dalam ruang tertutup tersebut, sampah dipanaskan tanpa adanya oksigen sehingga rantai polimer pada plastik terputus dan berubah menjadi uap. Uap tersebut kemudian didinginkan dan berubah wujud menjadi cairan berupa minyak serta gas yang bisa dimanfaatkan kembali.

Teknologi ini juga diklaim cukup efisien. Untuk sampah organik, proses pengolahan dapat berlangsung hanya dalam waktu 1,5 jam dengan kapasitas pengolahan mencapai 30 ton. Hermawan berharap inovasi ini dapat segera diterapkan untuk membantu mengurai permasalahan sampah di Jakarta Barat. Saat ini, pihaknya bersama pemerintah daerah akan melakukan survei lapangan di sejumlah titik potensial.

“Harapan kami, kita bisa mulai MoU untuk penjajakan lebih mendalam,” tambahnya.

Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan tidak hanya volume sampah yang berkurang, tetapi juga tercipta nilai tambah ekonomi bagi daerah melalui hasil produk olahan sampah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *