Tak Kenal Lelah, Iin Mutmainnah Turun ke Lapangan Pastikan Keselamatan Warga Terdampak Cuaca Ekstrem

IMG 20260122 WA0213 scaled

Satusuaraexpress.co | Jakarta -Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menunjukkan dedikasi dan tanggung jawab sosialnya dengan memantau langsung kondisi wilayah yang terdampak cuaca ekstrem. Pada Kamis malam, 22 Januari 2026.

Ditengah cuaca ekstrem yang melanda ibu kota, Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainah menunjukkan komitmennya dengan turun langsung ke lapangan guna memastikan keselamatan warga. Perjalanan peninjauan ini dilakukan hingga larut malam demi melihat kondisi nyata di titik-titik pengungsian dan wilayah yang terdampak genangan cukup parah.

​Salah satu titik utama yang menjadi perhatian Wali Kota adalah posko pengungsian di Masjid Jami Al Fudhollah, Kelurahan Kedaung Kali Angke. Di lokasi ini, terdapat sedikitnya 8 KK yang terdiri dari 35 jiwa yang sedang bertahan mencari perlindungan dari banjir.

​Dalam kunjungan tersebut, Iin Mutmainah berbincang langsung dengan para pengungsi untuk memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi. Kehadiran Wali Kota di tengah suasana duka akibat bencana ini memberikan penguatan moril bagi warga yang rumahnya terendam air.

​Setelah memastikan kondisi di Kedaung Kali Angke terkendali, perjalanan dilanjutkan menuju kawasan RW 01, Kelurahan Rawa Buaya. Wilayah Rawa Buaya memang dikenal sebagai salah satu titik yang rawan terhadap luapan air saat curah hujan tinggi meningkat.

​Di sana, Wali Kota kembali melakukan pemantauan terhadap ketinggian genangan dan memastikan kesiapan petugas di lapangan dalam melakukan penyedotan air maupun evakuasi jika diperlukan. Peninjauan yang berlangsung hingga malam hari ini menunjukkan kesiagaan pemerintah daerah dalam merespons situasi darurat secara cepat.

​Setelah menuntaskan rangkaian peninjauan di beberapa titik kritis di Jakarta Barat tersebut, Wali Kota Iin Mutmainah baru bertolak kembali ke kediamannya untuk tetap memantau perkembangan situasi melalui laporan koordinasi.

​Hingga pukul 22.00 WIB, tercatat masih ada 35 RT di Jakarta Barat yang terdampak genangan. Perjalanan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat dalam meminimalisir dampak cuaca ekstrem bagi masyarakat.

​Berdasarkan data terkini hingga pukul 22.00 WIB, tercatat sebanyak 35 RT dan 11 titik jalan di Jakarta Barat masih terdampak genangan air dengan ketinggian yang bervariasi.

Update Kondisi Genangan per Kecamatan

​1. Kecamatan Cengkareng

Kecamatan Cengkareng menjadi salah satu wilayah dengan titik genangan terbanyak. Di Jalan Bojong Kavling (RT 12, 16/04), ketinggian air terpantau mencapai 100 hingga 150 cm pada pukul 19.50 WIB. Titik lain yang cukup tinggi adalah Jalan Abdul Wahab (RT 06 & 07/06) di Duri Kosambi dengan ketinggian 50 hingga 90 cm. Sementara itu, Jalan Gang Pribadi (RW 05) mencatatkan genangan 40 hingga 80 cm. Kondisi di Jalan Daan Mogot KM 13 juga masih tergenang setinggi 20 hingga 25 cm meski sempat mencapai 50 cm pada sore hari.

​2. Kecamatan Kebon Jeruk

Di wilayah ini, genangan setinggi 80 cm dilaporkan terjadi di Jalan Adikarya (RW 05) Kedoya Selatan pada sore hari. Hingga pukul 21.03 WIB, Jalan Pesing Garden (RW 002) Kedoya Utara masih tergenang setinggi 15 cm. Sebaliknya, beberapa titik seperti Jalan H. Muhajar, Jalan Yusuf, dan Jalan Harun Raya dilaporkan sudah kering (nihil).

​3. Kecamatan Kembangan dan Grogol Petamburan

Di Kembangan, Jalan Strategi Raya dan Jalan Basoka Raya (RW 06) Joglo tergenang setinggi 65 cm, diikuti Jalan H. Sodon di Meruya Selatan setinggi 60 cm. Sementara di Grogol Petamburan, genangan terpantau di Jalan Taman Bunga, Kota Bambu Selatan setinggi 50 cm dan di depan RS Soeharto Heerdjan setinggi 10 cm.

​4. Kecamatan Kalideres

Kondisi di Kalideres mulai kondusif dengan sisa genangan di Jalan Lingkungan III dan Jalan Manyar 1 Tegal Alur berkisar antara 0 hingga 10 cm. Beberapa lokasi lain seperti Jalan Kamal Raya dan Jalan 20 Desember dilaporkan sudah surut sepenuhnya.

Data Pengungsian Warga

​Hingga pukul 22.00 WIB, sejumlah warga telah dievakuasi ke beberapa titik pengungsian, di antaranya:

  • ​Masjid Jami Al Khaeer, Kedaung Kali Angke: Menampung 11 KK (28 Jiwa), terdiri dari 20 dewasa, 4 anak-anak, dan 4 balita.
  • ​Masjid Jami Al Fudhollah, Kedaung Kali Angke: Menampung 8 KK (35 Jiwa).
  • ​Aula Rusunawa KS Tubun, Kota Bambu Selatan: Menampung pengungsi terbanyak dengan total 20 KK (65 Jiwa).
  • ​Musholla Kelurahan Kedoya Selatan: Menampung 13 KK (39 Jiwa), termasuk 3 lansia dan 2 balita.
  • ​Mushola Al Hijrah, Kedoya Utara: Menampung 8 KK (20 Jiwa).

Pemerintah Kota Jakarta Barat terus melakukan pemantauan intensif dan koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan bantuan logistik dan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi selama masa darurat cuaca ekstrem ini.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *