Kebijakan WFH Jumat Terbukti Efektif Kurangi Kemacetan di Jakarta

IMG 20250430 WA0000
Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Kebijakan penerapan work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ternyata memberikan dampak positif yang nyata terhadap kelancaran arus lalu lintas. Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya memastikan bahwa pengurangan jumlah kendaraan akibat kebijakan ini cukup signifikan dalam menekan angka kepadatan, terutama di titik-titik yang biasanya menjadi pusat kemacetan.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin, menyampaikan bahwa berdasarkan pantauan di lapangan mulai pagi hari hingga pukul 09.20 WIB, terlihat perbedaan yang sangat jelas. Volume kendaraan terlihat jauh lebih sedikit dibandingkan hari-hari biasa.

“Memang terlihat hari ini ada perbedaan yang cukup signifikan dilihat dari volume kendaraan masyarakat yang memanfaatkan kebijakan WFH ini,” ujar Komarudin, Jumat (10/4/2026).

Kondisi lancar tersebut terasa di sejumlah ruas jalan utama ibu kota. Seperti Jalan Prapanca tepatnya depan Kantor Walikota Jakarta Selatan. Kemudian, Ruas Jalan Sudirman, baik dari arah selatan ke utara maupun sebaliknya, terpantau berjalan lancar.

Baca jugaMenteri Dalam Negeri Tito Karnavian: Tidak Semua ASN Boleh WFH Setiap Jumat

Hal serupa juga terjadi di kawasan Asia Afrika dan Gerbang Pemuda. Di depan Kantor Walikota Jakarta Selatan biasa kerap macet lantaran terdapat titik temu kendaraan. Namun, kali ini arus kendaraan terlihat lebih merata dan tidak sampai terjadi kepadatan yang berarti.

Disisi lain, Kawasan Semanggi yang notabene merupakan simpul lalu lintas utama juga mengalami perbaikan. Meskipun masih terlihat padat, antrean kendaraan tidak memanjang atau “mengekor” seperti umumnya.

Meskipun secara umum kondisi jalan membaik, terdapat satu titik yang masih mengalami kepadatan dan tidak terlalu terdampak signifikan oleh kebijakan WFH, yaitu ruas dari arah Slipi menuju timur ke arah Semanggi. Menurut Komarudin, hal ini disebabkan oleh faktor crossing atau pertemuan arus kendaraan dari berbagai arah yang saling memotong.

“Kita ketahui di situ ada off frame dari dalam tol yang akan keluar ke Semanggi itu crossing dengan jalur TransJakarta, kemudian crossing juga dengan yang dari arteri dari Slipi ke arah Semanggi. Ditambah lagi crossing-an yang dengan ada di jalan kecil dari Benhil,” jelasnya.

Baca jugaPemerintah Tetapkan WFH Sehari dalam Seminggu untuk ASN Mulai 1 April 2026

Perpotongan arus dari Semanggi menuju Sudirman serta dari Benhil menuju Cawang turut menjadi penyebab utama mengapa ruas tersebut masih terlihat padat, meski tidak separah biasanya. Secara keseluruhan, situasi lalu lintas Jakarta pada hari penerapan WFH dinilai jauh lebih lancar dan terkendali.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, telah menandatangani Surat Edaran (SE) Nomor 3/SE/2026 yang secara resmi mengatur pelaksanaan WFH setiap hari Jumat. Dalam aturan tersebut, ditetapkan bahwa proporsi pegawai yang melaksanakan WFH berkisar antara minimal 25 persen hingga maksimal 50 persen dari total pegawai di masing-masing unit kerja.

Penentuan pegawai yang boleh WFH dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan jenis tugas dan karakteristik pekerjaan. Selain itu, terdapat syarat khusus, yaitu pegawai tidak sedang menjalani hukuman disiplin dan memiliki masa kerja minimal lebih dari dua tahun.

Bagi yang melaksanakan WFH, wajib melakukan pelaporan kehadiran secara daring melalui aplikasi presensi mobile sebanyak dua kali, yaitu pada pukul 06.00-08.00 WIB untuk absen masuk, dan pukul 16.00-18.00 WIB untuk absen pulang. Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam upaya manajemen mobilitas dan pengurangan kemacetan di Jakarta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *