Kembali ke Pelukan Ibu Pertiwi: Indonesia Selamatkan Tiga Harta Karun Sejarah dari Belanda

WhatsApp Image 2026 04 08 at 14 47 55 2
Artefak Arca Shiva abad ke-13 dari Jawa Timur. Foto: Dok. Istimewa

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Sejarah bangsa Indonesia kembali menorehkan kisah membanggakan. Setelah berpuluh-puluh tahun lamanya tersimpan di negeri orang, tiga buah artefak bersejarah akhirnya resmi dikembalikan oleh Pemerintah Belanda kepada Indonesia. Momen ini menjadi bukti nyata keberhasilan upaya repatriasi untuk mengembalikan hak atas warisan budaya yang dibawa pada masa kolonial.

Ketiga benda pusaka tersebut terdiri dari Arca Siwa peninggalan abad ke-13 yang berasal dari Jawa Timur, Prasasti Damalung yang berusia abad ke-15 dari Jawa Tengah, serta Al-Qur’an bersejarah milik Pahlawan Nasional Teuku Umar yang akan menyusul dalam waktu dekat.

Perjalanan diplomatik ini membuahkan hasil manis melalui kerja keras Tim Repatriasi Kementerian Kebudayaan bersama Komite Koleksi Kolonial Belanda. Kesepakatan ini difinalisasi dalam pertemuan antara Menteri Kebudayaan Indonesia, Fadli Zon, dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan dan Sains Belanda, Gauke Moes.

WhatsApp Image 2026 04 08 at 14 47 55
Artefak Prasasti Damalung abad ke-15 dari Jawa Tengah. Foto: Dok. Istimewa

Secara resmi, perjanjian pengembalian ditandatangani pada 31 Maret 2026 di Den Haag oleh Duta Besar RI untuk Belanda, Laurentius Amrih Jinangkung, dan Direktur Jenderal Kebudayaan dan Media Belanda, Youssef Louakili.

Sebelumnya, ketiga artefak tersebut merupakan bagian dari koleksi berharga di Wereldmuseum Amsterdam dan Wereldmuseum Leiden. Kini, mereka siap menempuh perjalanan panjang kembali ke tanah kelahirannya.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menekankan bahwa peristiwa ini memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar proses administrasi. Bagi bangsa Indonesia, pengembalian ini adalah langkah vital dalam memulihkan keadilan sejarah dan memperkuat jati diri budaya nasional.

“Pengembalian ini bukan sekadar transfer artefak, tetapi pemulihan memori kolektif dan martabat bangsa, serta langkah nyata menuju rekonsiliasi sejarah,” ujar Fadli Zon dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).

Keberhasilan ini menjadi kelanjutan dari tren positif hubungan bilateral kedua negara. Sebelumnya, Indonesia juga berhasil memulangkan fosil Manusia Jawa pada tahun 2025 setelah lebih dari satu abad berada di Belanda. Hal ini menunjukkan bahwa upaya pemulangan harta karun nasional dapat berjalan beriringan dengan kolaborasi riset dan ilmu pengetahuan internasional.

a 69d60c3a72f68
Artefak Arca Shiva abad ke-13 dari Jawa Timur. Foto: Dok. Istimewa

Saat ini, proses pengiriman artefak menuju Indonesia tengah berlangsung. Sesampainya di tanah air, benda-benda bersejarah ini rencananya akan diserahkan dan disimpan dengan baik di Museum Nasional Indonesia.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk tidak berhenti sampai di sini. Upaya pelacakan dan pemulangan warisan budaya yang tersebar di berbagai belahan dunia akan terus diperkuat. Langkah ini diambil tidak hanya untuk menjaga aset bangsa, tetapi juga untuk memastikan bahwa sejarah dan nilai-nilai luhur tersebut dapat diakses oleh publik luas demi kepentingan edukasi dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *