Kisah Pria Asal Bandung, Jebak Pelaku Penipuan Modus Sebagai Pegawai Trans7

IMG 20260407 WA0001
Adil (kiri) memberikan keterangan kepada awak media terkait kasus penipuan yang dialaminya di Polsek Mampang, Jakarta Selatan.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Rasa kecewa, marah, dan kesal bercampur menjadi satu saat menceritakan pengalaman pahit yang menimpa Adil (26). Pria asal Bandung ini rela menempuh perjalanan jauh hingga ke Depok hanya untuk membeli unit motor impian, namun malah menjadi korban penipuan yang sangat merugikan. Berkat ketelatenan dan kerja sama dengan pihak kepolisian, pelaku akhirnya berhasil diringkus.

Kisah bermula delapan hari yang lalu saat Adil menemukan iklan penjualan motor Yamaha N-Max tahun 2020 plat Bali di Facebook Marketplace. Setelah bernegosiasi dan melakukan video call, Adil memutuskan untuk datang langsung. Ia berangkat menggunakan travel pada pukul 8 malam dan tiba di kawasan Margonda, Depok, sekitar pukul 11.30 malam.

Awalnya, transaksi direncanakan secara tunai (cash). Karena limit penarikan tunai di ATM hanya mencapai Rp10 juta, Adil dan penjual pindah ke lokasi ATM lain. Di sana, Adil menyerahkan uang sebesar Rp10 juta terlebih dahulu kepada penjual, lalu masuk kembali ke dalam bilik ATM untuk menarik sisa uang sebesar Rp7 juta.

“Pas saya lagi di dalam ATM, dia langsung kabur gitu aja. Dia bawa uang 10 juta saya, dan surat-surat motornya yang tadinya ada di bagasi juga dibawa,” cerita Adil dengan nada kesal.

Kejadian naas itu berlangsung sekitar pukul 00.30 dini hari. Merasa dirugikan, Adil langsung melaporkan kasus ini ke Polsek Mampang atas saran petugas keamanan setempat.

Modus Operandi: Mengatasnamakan Stasiun TV

Yang membuat Adil percaya dan merasa aman adalah penampilan sang pelaku. Pria tersebut datang mengenakan atribut lengkap seolah-olah merupakan karyawan atau kru dari stasiun televisi Trans7, lengkap dengan tali ID card (lanyard) khas perusahaan tersebut.

Baca jugaAmankan dua WNA Liberia Terlibat Kasus Penipuan Modus Black Dollar

“Saya percaya karena dia pakai atribut Trans7. Makanya saya berani datang jauh-jauh dari Bandung. Ternyata setelah ditelusuri, itu semua palsu,” ungkapnya.

Modus ini rupanya sangat ampuh untuk memuluskan aksinya. Pelaku bahkan mengaku akan masuk shift malam kerja, sehingga membuat suasana pertemuan terlihat wajar dan mendesak.

Strategi Jitu Memangsa Pemangsa

Kekalahan di awal tidak membuat Adil menyerah. Ia yakin pelaku tersebut akan kembali beraksi dan memasang iklan lagi. Selama beberapa hari, ia rajin memantau Facebook Marketplace.

Dugaan Adil terbukti benar. Pada hari Minggu, iklan yang sama muncul kembali. Karena takut pelaku akan mengenali wajahnya atau nomornya, Adil menggunakan akun teman untuk menghubungi pelaku.

Baca jugaKantor Imigrasi Jakarta Selatan Deportasi 172 WNA Tahun 2025, Mayoritas Asal China dan Terkait Penipuan

“Dengan taktik dan strategi yang dibimbing oleh Pak Polisi, akhirnya kita bisa menjebak dia lagi,” tutur Adil.

Janjian COD kedua kali pun dilakukan di lokasi yang sama, tepatnya di depan pintu masuk Trans7, sesuai permintaan pelaku yang kembali mengaku akan masuk shift malam. Berkat persiapan yang matang, pada Selasa (7/4) sore sekitar pukul 18.30 WIB, pelaku berhasil ditangkap oleh pihak Polsek Mampang saat sedang lengah.

Peringatan Keras dari Pihak Trans7

Keberhasilan penangkapan ini juga tidak lepas dari bantuan pihak keamanan Trans7, salah satunya Bapak Saeful (45). Ia membenarkan bahwa pelaku bukanlah karyawan atau kru yang bekerja di sana.

“Izin mengonfirmasi, mohon kepada masyarakat agar lebih berhati-hati. Bilamana ada orang yang mengatasnamakan Trans7 dengan memakai atribut seragam, harap tetap waspada dan cek keasliannya,” pesan Saeful tegas.

Adil mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak kepolisian Polsek Mampang yang bekerja cepat dan profesional, serta pihak keamanan Trans7 yang telah membantu meluruskan masalah ini.

Baca jugaPolrestro Jaksel Ungkap Kasus Penipuan Modus Dukun Pengganda Uang

Melalui pengalaman pahit ini, Adil berpesan kepada masyarakat luas agar tidak mudah terbuai oleh penampilan seseorang.

“Jangan melihat dia pakai atribut apa atau dia sebagai apa. Yang penting kita harus tetap hati-hati, pastikan semuanya aman, dan jangan mudah percaya begitu saja. Tetap waspada dan take care,” tutupnya.

Kasus ini menjadi pelajaran berharga bahwa kejahatan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja, serta modus operandi pelaku semakin hari semakin canggih dan memperdaya.

IMG 20260407 WA0000
Kapolsek Mampang, AKP Dian Pornomo.

Kapolsek Mampang, AKP Dian Pornomo, membenarkan kejadian tersebut dalam keterangannya. Menurutnya, operasi penangkapan dilakukan tepat di Jalan Mampang Prapatan Raya pada hari Senin (6/4/2026), sekitar pukul 17.30 WIB.

“Kami telah melakukan penangkapan terhadap seorang laki-laki berinisial TL (34 tahun) yang diduga kuat melakukan tindak pidana penipuan dan pemalsuan surat,” ujar AKP Dian Pornomo.

Dari lokasi kejadian, tim penyidik berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang menjadi alat dan hasil kejahatan pelaku. Barang bukti tersebut antara lain:

1. Satu unit sepeda motor Yamaha NMAX warna hitam.
2. Satu unit handphone merek Oppo A6X.
3. Uang tunai sebesar Rp2.400.000 (dua juta empat ratus ribu rupiah).
4. Seragam staf salah satu stasiun televisi swasta.
5. Dokumen kendaraan berupa BPKB dan STNK yang diduga palsu.

AKP Dian menjelaskan, awal mula kasus ini bermula ketika pihaknya mendapatkan informasi dari seorang korban yang merasa dirugikan. Korban awalnya memesan motor yang ditawarkan melalui sebuah aplikasi marketplace. Setelah terjadi kesepakatan, komunikasi dilanjutkan melalui aplikasi WhatsApp hingga akhirnya kedua belah pihak sepakat untuk bertemu dan melakukan transaksi di lokasi penangkapan.

“Korban memesan lewat marketplace, lalu komunikasi dilanjutkan via WA dan janjian bertemu di TKP. Saat proses penyerahan uang berlangsung, tim kami yang sudah bersiaga langsung mengamankan pelaku,” terang AKP Dian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *