Upaya Maksimal Penanganan Sampah: 190 Truk dan Ribuan Personel Dikerahkan di Jaksel

IMG 20260406 WA0001
Upaya Maksimal Penanganan Sampah: 190 Truk dan Ribuan Personel Dikerahkan di Jaksel.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Menjaga kebersihan dan kelancaran penanganan limbah menjadi prioritas utama di wilayah Jakarta Selatan. Dalam upaya mempercepat proses pengangkutan dan mencegah terjadinya penumpukan sampah yang mengganggu kenyamanan warga, Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Selatan mengerahkan kekuatan besar berupa 190 unit armada truk dengan berbagai ukuran dan spesifikasi.

Kepala Suku Dinas LH Jakarta Selatan, Dedy Setiono, memaparkan bahwa armada yang dikerahkan sangat bervariasi untuk menjangkau seluruh sudut wilayah. Mulai dari dump truck mini yang lincah melewati gang sempit, truk arm roll, truk compactor, hingga truk typer berkapasitas besar yang siap mengangkut volume tinggi.

“Truk digunakan untuk mengangkut sampah dari lingkungan warga hingga tempat penampungan sementara (TPS),” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Tidak hanya mengandalkan kendaraan, dukungan sumber daya manusia juga dikerahkan secara maksimal. Sebanyak 1.107 petugas siap bertugas di 10 wilayah kecamatan setiap harinya. Kehadiran mereka sangat vital untuk memastikan aliran sampah berjalan lancar dan tidak ada titik yang terlewat atau menumpuk.

Baca jugaDLH Percepat Penanganan Sampah di Dalam Kota, TPS Liar Ditutup Permanen

Data menunjukkan bahwa beban pengelolaan sampah di Jakarta Selatan cukup besar, mencapai sekitar 1.120 ton per hari. “Angka ini bahkan cenderung mengalami peningkatan signifikan saat momen libur panjang atau hari raya keagamaan, sehingga strategi yang cepat dan tangguh sangat diperlukan, ” terangnya.

Namun, upaya pemerintah tidak berhenti hanya pada tahap pengangkutan. Proses pengolahan sampah pun dilakukan dengan sistem yang terstruktur dan ramah lingkungan. Sampah yang terkumpul akan dipilah berdasarkan jenisnya. Sampah organik dimanfaatkan menjadi kompos berkualitas melalui metode maggot, sedangkan sampah plastik didaur ulang menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomis.

“Untuk sampah residu yang tidak dapat diolah kembali akan dikumpulkan di TPS sebelum akhirnya dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantar Gebang, ” ujarnya.

Dedy mengimbau partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat. Ia berharap warga turut menjaga kebersihan lingkungan serta mengurangi produksi sampah dengan cara melakukan pemilahan sejak dari rumah atau sumbernya. Langkah ini sejalan dengan Peraturan Gubernur Nomor 77 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Lingkup Rukun Warga, demi terciptanya Jakarta Selatan yang bersih, sehat, dan nyaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *