Satusuaraexpress.co | Jakarta — Pada Rabu malam (1/4) sekitar pukul 21.30 WIB, api memeluk area Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning yang terletak di Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Peristiwa ini tidak hanya melanda fasilitas SPBE itu sendiri, melainkan juga menyebar ke rumah warga dan sejumlah kios di sekitar lokasi, yang berada di kawasan pemukiman padat Bekasi Timur Regensi 7.
Suasana yang tadinya tenang berubah menjadi penuh kepanikan dalam sekejap. Berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial, sejumlah warga terlihat berlarian cepat menyelamatkan diri, sebagian membawa barang berharga kesayangan.
Selama kebakaran berlangsung, terdengar beberapa kali suara ledakan keras yang diduga berasal dari tabung gas di dalam gudang SPBE, yang membuat api semakin membakar luas dan memperparah kepanikan di antara warga.
Baca juga : Polda Metro Jaya Siapkan Strategi Tangani Lonjakan Lalu Lintas Pasca Kegiatan Normal
Petugas pemadam kebakaran dari berbagai pos bersama dengan warga setempat segera turun tangan untuk memadamkan api. Setelah beberapa waktu berjibaku, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan. Namun, dampak yang ditimbulkan cukup berat.
Komisaris Besar Pol Kusumo Wahyu Bintoro, Kapolres Metro Bekasi Kota, pada hari Kamis mengkonfirmasi bahwa sebanyak 12 orang menjadi korban dalam insiden ini, dengan seluruhnya mengalami luka bakar. Korban terdiri dari warga sekitar dan karyawan SPBE Cimuning, yang saat ini tersebar di beberapa rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Kondisi mereka tergolong cukup serius, dengan tingkat luka bakar mencapai 60 hingga 70 persen dan masih dalam perawatan intensif.
“Mudah-mudahan jangan sampai ada korban jiwa. Kami masih mendata semua,” ujarnya.
Hingga saat ini, penyebab pasti terjadinya kebakaran belum dapat dipastikan. Polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap akar masalah dari insiden yang mengkhawatirkan ini.













