Satusuaraexpress.co | Jakarta — Masyarakat Indonesia diimbau untuk bersiap menghadapi pengumuman penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang telah dijadwalkan pada hari Rabu, 1 April 2026 mendatang. Sejalan dengan tren penyesuaian bulanan yang berlaku, perubahan harga diantisipasi akan mulai diberlakukan secara resmi tepat pada pukul 00.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).
Hingga saat ini, baik pemerintah maupun pihak operator BBM belum dapat memberikan kepastian apakah harga BBM—baik jenis subsidi maupun nonsubsidi—akan mengalami kenaikan atau justru penurunan. Kondisi ketidakpastian ini muncul sebagai dampak dari eskalasi konflik di kawasan Selat Hormuz, jalur pelayaran yang menjadi tulang punggung perdagangan minyak dunia, yang secara signifikan memicu lonjakan harga minyak mentah di pasar global.
Meskipun terdapat sentimen negatif dari perkembangan pasar internasional, pantauan yang dilakukan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik perusahaan besar seperti Pertamina, Shell, BP, dan Vivo pada hari Minggu (29/3/2026) menunjukkan bahwa harga BBM saat ini masih dalam kondisi stabil jika dibandingkan dengan penyesuaian terakhir yang dilakukan pada tanggal 1 Maret lalu.
Baca juga : Iran Respons Positif Permintaan RI agar Dua Kapal Tanker Pertamina Bisa Melintas Selat Hormuz dengan Aman
Namun demikian, potensi terjadinya kenaikan harga pada awal bulan April tetap terbuka lebar mengingat dinamika pasar internasional yang terus bergejolak dan tidak menentu.
Pertamina, sebagai perusahaan BUMN yang menangani pasokan BBM di negeri ini, terpantau masih mempertahankan harga produk-produknya pada level yang tetap. Sementara itu, BBM nonsubsidi secara keseluruhan telah menunjukkan tren kenaikan bertahap sejak awal bulan Maret, dengan rentang kenaikan berkisar antara Rp200 hingga Rp950 per liter tergantung jenis produk dan lokasi SPBU.
Di sisi lain, SPBU swasta seperti Shell, Vivo, dan BP menunjukkan langkah penyesuaian harga yang lebih agresif, dengan kenaikan hingga mencapai angka Rp1.020 per liter dalam periode satu bulan terakhir.
Baca juga : Belum Usai Kasus Pertamina, Kini Terungkap Kasus Mega Korupsi di PLN Sebesar 1,2 Triliun
Berikut adalah rincian harga BBM yang berlaku di berbagai perusahaan penyedia pada Minggu (29/3/2026):
1. Pertamina
Perusahaan ini menetapkan harga produknya dengan standar yang sama untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, seperti wilayah Jakarta. Pertamax dijual dengan harga Rp12.300 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 dipatok sebesar Rp12.900 per liter. Untuk varian dengan oktan lebih tinggi, Pertamax Turbo dibanderol Rp13.100 per liter. Dalam kategori solar, Dexlite dijual seharga Rp14.200 per liter dan Pertamina Dex mencapai angka Rp14.500 per liter.
2. Shell
Penyedia BBM asal Belanda ini juga telah menyesuaikan label harga produknya. Saat ini, produk Shell Super dapat dibeli dengan harga Rp12.390 per liter, sementara bahan bakar diesel berkualitas tinggi bernama Shell V-Power Diesel memiliki harga Rp14.620 per liter. Namun perlu diperhatikan bahwa ketersediaan beberapa jenis BBM di SPBU Shell masih menghadapi kendala kekosongan stok, sehingga produk Shell Super dan Shell V-Power Diesel tidak tersedia di seluruh jaringan SPBU Shell di berbagai wilayah.
3. BP AKR
Penyedia BBM BP menetapkan harga yang seragam untuk wilayah Jabodetabek dan Jawa Timur. Produk BP 92 memiliki harga Rp12.390 per liter, yang sebanding dengan harga produk sejenis dari pesaingnya. Untuk varian bensin unggulan, BP Ultimate dijual dengan harga Rp12.920 per liter, sedangkan BP Ultimate Diesel berada pada angka Rp14.620 per liter.
4. Vivo
Di jaringan SPBU Vivo, produk REVVO 92 kini dapat diperoleh dengan harga Rp12.390 per liter. Bagi pengguna yang membutuhkan bahan bakar dengan oktan 95, REVVO 95 dibanderol seharga Rp12.930 per liter, sementara produk diesel mereka bernama Diesel Primus dipasarkan dengan harga Rp14.610 per liter.













