Satusuaraexpress.co | Jakarta— Bulan suci Ramadan bagi Staff Khusus Menteri KKP, Doni Ismanto Darwin bukan sekadar waktu untuk menjalankan ibadah puasa semata. Lebih dari itu, bulan yang penuh berkah ini menjadi titik balik untuk menjaga keseimbangan yang erat antara ajaran spiritualitas dan pemeliharaan kebugaran fisik
“Setiap hari, saya berkomitmen untuk konsisten menjalankan gaya hidup aktif, bahkan di tengah tuntutan berpuasa yang mencakup lebih dari sepuluh jam setiap hari,” kata Doni.
Usai menyelesaikan makan sahur dan melaksanakan salat Subuh yang khidmat, langkah selanjutnya selalu mengarah ke gym untuk melakukan latihan beban. Agar tubuh tetap fit dan fokus saat berolahraga, secangkir espresso menjadi bagian tak terpisahkan dari menu sahurnya.
Tak hanya untuk mendukung aktivitas fisik, minuman berkafein ini juga menjadi ikhtiar dirinya agar tetap memiliki energi yang optimal dalam menjalankan tugas pelayanan publik sepanjang hari, meskipun sedang dalam kondisi berpuasa.
Baca juga : KKP Tingkatkan Pengawasan Mutu Produk Perikanan di Ramadan hingga Idul Fitri 2026
“Ramadhan membawa kedisiplinan yang lebih mendalam dalam setiap aspek kehidupan saya. Selain tetap aktif berolahraga, saya juga sangat memperhatikan pola makan dengan mengutamakan konsumsi makanan bersih (clean food) baik pada waktu berbuka maupun sahur,” ujarnya.
Tidak hanya itu, proses buka puasa juga selalu dimulai dengan tegukan air putih yang menyegarkan, kemudian diikuti dengan porsi protein yang cukup seringkali berupa putih telur, atau ikan seperti Nila dan Patin yang kaya akan nutrisi. Tak ketinggalan, ia juga sisipkan konsumsi buah-buahan seperti pare yang memiliki khasiat baik bagi tubuh, serta stroberi yang memberikan rasa manis alami.
Untuk menutup hidangan berbuka dan mempersiapkan energi untuk salat Isya serta Taraweh, segelas susu susu skim selalu ada di meja makan. Sementara itu, menu sahur tetap fokus pada sumber protein seperti ikan atau dada ayam, dilengkapi dengan alpukat, buah naga, dan pare yang membantu menjaga stabilitas energi selama berpuasa.
Baca juga : KKP Pastikan Ketersediaan dan Stabilitas Harga Ikan Aman Selama Ramadan hingga Lebaran 2026
“Bagi saya, puasa bukan hanya bentuk ibadah kepada Tuhan, melainkan juga menjadi bagian dari proses detoksifikasi alami bagi tubuh. Melalui kombinasi pola makan yang sehat dan aktivitas fisik yang teratur, tubuh tetap segar, sehat, dan bugar meskipun harus menahan lapar dan haus sepanjang hari,” terangnya.
Selain aspek kesehatan dan spiritualitas, Ramadhan juga menjadi momen berharga untuk berkumpul bersama keluarga. Ia melihat bulan suci ini sebagai kesempatan untuk melatih mental kepemimpinan pada anak laki-lakinya.
Biasanya, ia mengajaknya untuk menjadi imam sholat pada waktu Maghrib atau Isya. Tindakan sederhana ini tidak hanya membantu melatihnya untuk menjadi pribadi yang mampu memimpin dengan baik, tetapi juga memungkinkannya untuk menyelaraskan kemajuan dalam pembacaan Al-Qurannya setiap hari.
Ironisnya, jadwal kerja justru semakin padat di bulan Ramadhan. Ketika Bapak Menteri melakukan safari Ramadhan ke berbagai daerah, ia turut terlibat dalam mempersiapkan dukungan komunikasi yang solid dan terkoordinasi dengan baik untuk beliau.
“Bagi saya, Ramadhan bukanlah alasan untuk mengurangi produktivitas kerja. Sebaliknya, bulan ini menjadi momentum berharga untuk bekerja dengan lebih efektif, menjaga kesehatan tubuh dan jiwa, serta memperkuat nilai integritas dalam setiap tanggung jawab yang saya emban,” tutupnya.













