Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahap I Hampir Rampung

IMG 20260223 WA0000
Staf Khusus Menteri KKP, Doni Ismanto Darwin.

Satusuaraexpress.co | Jakarta — Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap I yang dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah memasuki tahap akhir, dengan progres penyelesaian hingga 18 Februari 2026 mencapai rata-rata 96,08 persen dari total 65 lokasi. Sebanyak 42 lokasi di antaranya telah diselesaikan secara penuh (100 persen).

Sementara itu, pembangunan KNMP Tahap II yang mencakup 35 lokasi masih dalam tahap konstruksi, dengan target penyelesaian hingga bulan Mei 2026 mendatang, seperti yang disampaikan Staf Khusus Menteri KKP, Doni Ismanto Darwin pada hari Senin (23/2/2026).

Dari total lokasi tahap I, terdapat 23 lokasi yang belum mencapai penyelesaian 100 persen. Sebanyak 13 lokasi di antaranya telah mencapai progres di atas 90 persen, sedangkan 10 lokasi lainnya masih berada di bawah angka tersebut. Lokasi-lokasi yang belum selesai tersebar di berbagai provinsi di Indonesia, yaitu Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur.

Baca jugaKKP Pastikan Ketersediaan dan Stabilitas Harga Ikan Aman Selama Ramadan hingga Lebaran 2026

“KNMP Tahap II sebanyak 35 lokasi masih dalam proses konstruksi, dengan target kita untuk menyelesaikannya sampai dengan bulan Mei 2026,” kata Doni.

Dalam pelaksanaan pembangunan, KKP menghadapi beberapa kendala utama, antara lain faktor cuaca ekstrem di wilayah pesisir, keterbatasan akses untuk mendistribusikan material ke lokasi terpencil, serta kebutuhan penyesuaian teknis di lapangan agar infrastruktur yang dibangun sesuai dengan kebutuhan masyarakat nelayan. Namun, Doni menjelaskan bahwa seluruh kendala tersebut dapat dimitigasi dan diselesaikan secara bertahap.

“Memang ada beberapa kendala yang dihadapi antara lain faktor cuaca ekstrem di wilayah pesisir, keterbatasan akses distribusi material ke lokasi terpencil, serta penyesuaian teknis di lapangan agar infrastruktur yang dibangun benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat nelayan, ” ujarnya.

Setelah pembangunan selesai, operasionalisasi KNMP akan mengedepankan kelembagaan nelayan dengan pola pengelolaan kolaboratif dan sinergis. Kelembagaan yang terlibat meliputi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), Koperasi Nelayan eksisting berbasis korporasi nelayan, serta Kelompok Usaha Bersama (KUB).

Baca jugaKKP Incar Investasi Biru dari Davos, OIS Bali Disiapkan

“Prinsip yang menjadi fokus adalah keberlanjutan, produktivitas, serta integrasi dengan sistem rantai pasok dan hilirisasi hasil perikanan, ” terang Doni.

Selesainya pembangunan KNMP diharapkan memberikan dampak positif yang signifikan bagi para nelayan. Program ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha nelayan, memperbaiki kualitas hasil tangkapan, serta memperkuat akses pasar. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan nelayan, mendorong perputaran ekonomi lokal, dan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir.

Menurut Ketua Tim Pembangunan KNMP, Trian Yunanda, pembangunan 65 kampung pada tahap I tahun 2025 menggunakan anggaran sebesar Rp1,34 triliun. Saat ini pihaknya sedang mengajukan anggaran ke Kementerian Keuangan untuk pembangunan 35 kampung lainnya agar target pembangunan 100 KNMP pada tahun 2025 dapat tercapai.

Rincian sarana dan prasarana yang dibangun dalam program ini meliputi fasilitas produksi seperti dermaga, gedung beku, pabrik es, shelter coolbox, dan bengkel kapal; fasilitas pendukung seperti balai pelatihan, pusat UMKM dan pasar ikan, sentra kuliner, stasiun pengisian bahan bakar minyak khusus nelayan, ruang ibadah, tempat pengelolaan sampah, serta kantor pengelolaan.

Baca juga :

Program KNMP bukan hanya berfokus pada pembangunan sarana dan prasarana fisik, tetapi juga bertujuan untuk mengubah wajah kampung nelayan yang selama ini sering diidentikkan dengan kemiskinan menjadi lebih produktif, modern, dan berdaya saing. Meskipun nelayan telah menjadi penggerak ekonomi nasional dan penyedia protein bagi bangsa selama 80 tahun terakhir, masih banyak di antara mereka yang belum merasakan kesejahteraan.

KKP memproyeksikan bahwa dengan selesainya pembangunan 100 lokasi KNMP, produksi perikanan akan meningkat menjadi rata-rata 800 ton per tahun, dengan menyerap tenaga kerja permanen sebanyak 7.000 orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *